Cross BorderPernah Ada Perang Dunia 0?

Pernah Ada Perang Dunia 0?

Perang Dunia I bukanlah perang pertama yang menghancurkan kehidupan umat manusia. Ribuan tahun sebelum itu, sejumlah arkeolog memprediksi pernah terjadi sebuah perang besar yang dijuluki “Perang Dunia 0”. Bagaimana ceritanya?


PinterPolitik.com

War. War never changes.”

Bagi kalian yang senang bermain video game, mungkin kalian familiar dengan kalimat di atas. Ya, itu adalah tagline andalan dari serial game Fallout yang memiliki tema utama menyoroti skenario apa yang akan terjadi pada dunia bila Perang Dingin akhirnya meletus menjadi perang nuklir.

Menariknya, dalam sebuah dunia distopia yang dibayangkan dalam Fallout, alih-alih belajar dari kesalahan dan kapok dengan kekerasan, umat manusia di masa depan justru tetap melalui sejumlah peperangan karena kepentingan kelompok-kelompok tetap berbenturan dengan satu sama lain. Karena itu, dikatakanlah bahwa perang, tidak peduli zamannya, tidak pernah berubah.

Well, kalau mau membayangkan skenario perang dunia besar di era modern kita hanya perlu memainkan game seperti Fallout.

Namun, pernahkah kalian pernah bertanya-tanya, kira-kira bagaimana sejarah mencatat bentuk-bentuk awal sebuah perang internasional? Apakah ada suatu perang antar negara yang pernah terjadi dalam sejarah peradaban manusia, jauh sebelum Perang Dunia I & II?

mengenal perang dunia 0 ed.

Perang Dunia 0

Perang adalah salah satu unsur kehidupan yang hampir selalu dibicarakan dalam catatan-catatan sejarah peninggalan nenek moyang kita. Wajar, sifat-sifat dasar manusia yang memang pada dasarnya rentan dengan gesekan kepentingan seakan membuat perang sebagai sesuatu yang lumrah terjadi.

Akan tetapi, ada satu perang besar dalam sejarah yang selalu jadi perhatian utama para penikmat sejarah, yakni hipotesis World War Zero atau Perang Dunia 0.

Istilah “Perang Dunia 0” awalnya dipopulerkan oleh kalangan jurnalis ketika me-review buku karya Eberhard Zangger, berjudul The Luwian Civilization. Fokus utama buku itu sebenarnya adalah tentang peradaban Luwian yang eksis pada Zaman Perunggu – periode 3.300 sampai 1.200 sebelum Masehi (SM) -, namun buku itu juga membahas dugaan menarik tentang adanya kemungkinan sebuah perang internasional besar yang menyebabkan Zaman Perunggu akhirnya runtuh.

Baca juga :  Kenapa Ateisme Semakin Populer?

Bagi kalian yang belum tahu, pembahasan tentang keruntuhan Zaman Perunggu selalu menjadi anomali bagi kalangan pecinta sejarah, karena sampai saat ini belum diketahui secara persis apa yang menyebabkan kerajaan-kerajaan besar pertama umat manusia seperti Mesir Kuno, Babilonia, Mycenaean, dan Hittites hilang begitu saja pada abad ke-10 SM.

Nah, hipotesis Perang Dunia 0 ini melempar sebuah dugaan menarik, bisa jadi, alasan hancurnya peradaban “masa jaya pertama” manusia ini adalah akibat rentetan perang internasional yang begitu merusak. Dan memang, kalau kita coba mengulik apa yang terjadi ketika akhir-akhir Zaman Perunggu, terdapat sejumlah catatan dari Yunani, Mesir, dan bahkan Tiongkok yang menceritakan tentang krisis yang terjadi pada peradaban mereka.

Di Yunani, ada catatan tentang Perang Troya yang terjadi sekitar abad ke-12&11 SM. Tidak cuma itu, seluruh peradaban yang ada di sekitar Laut Mediterania juga mencatat ada invasi besar-besaran dari sebuah konfederasi misterius yang dijuluki “The Sea Peoples”, yang melakukan penyerangan begitu intens sampai-sampai diperkirakan jumlah manusia yang terbunuh kala itu melebihi jumlah rata-rata manusia yang lahir.

Di Tiongkok, Dinasti Shang yang dilanda perang sipil juga disebut terkena dampak Perang Dunia 0 yang terjadi di Timur Tengah dan Eropa, ini karena perdagangan mereka dengan Barat terganggu akibat kehancuran dan perang yang begitu luar biasa. Apalagi, pada Zaman Perunggu signifikansi jalur perdagangan sedang meningkat-meningkatnya, jual beli barang-barang berbahan perunggu jadi bagian inti perekonomian peradaban manusia saat itu.

Sebagai perenungan tambahan, kita juga tidak boleh lupakan bahwa peninggalan kejayaan Mesir, seperti Piramida Giza, dibangun pada Zaman Perunggu. Hancurnya Mesir kuno pada masa itu membuat dunia kehilangan pengetahuan bagaimana membuat bangunan yang begitu megah tanpa teknologi canggih. Ini tentu memancing pertanyaan, kira-kira apa rahasia pengetahuan peradaban kuno lain yang ikut hilang akibat keruntuhan Zaman Perunggu dan Perang Dunia 0?

Baca juga :  Bakar Al-Quran, Bukti Kemunafikan Barat?

Well, bagaimanapun juga hipotesis Perang Dunia 0 ini seharusnya memberi kita pelajaran bahwa sudah ribuan tahun manusia terjebak oleh perang yang menghancurkan diri mereka sendiri. Jika kita saat ini memang sudah hidup di era modern, seharusnya perang sudah tidak lagi dijadikan solusi. (D74)

spot_imgspot_img

More from Cross Border

Bakar Al-Quran, Bukti Kemunafikan Barat?

Aksi pembakaran Al-Quran menuai berbagai sorotan, terutama kaum muslim di dunia. Kendati demikian, pemerintah Swedia menganggap aksi tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi, namun secara...

Monster Laut, Konspirasi Politik Tertua?

Peradaban manusia menyimpan ribuan cerita monster laut. Mungkinkah ada peran motif politik dalam cerita-cerita teror dari laut?

Politik MBS di Balik Kepindahan Ronaldo

Momen kepindahan Cristiano Ronaldo ke Al Nassr FC disebut bukan kepindahan pemain sepak bola semata. Tengah didiskusikan bahwa terdapat kepentingan politik Mohammed bin Salman...

Mengapa Pembakaran Alquran Jadi Simbol?

Pembakaran kitab suci Alquran yang dilakukan politisi sayap kanan garis keras Denmark-Swedia, Rasmus Paludan, memperlihatkan masih adanya sentimen negatif yang berkembang terhadap Islam di...

More Stories

Imperialisme ala The Last of Us?

Jakarta, Indonesia, ditampilkan serba 'kuning' di serial The Last of Us. Apakah ini semacam "imperialisme budaya" ala Hollywood?

Saga Transfer RK, Golkar Berkuasa? 

Bergabungnya Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) ke Partai Golkar tampaknya memiliki sejumlah makna sekaligus menguak banyak hal. Namun satu pertanyaan sederhana mengemuka,...

Bakar Al-Quran, Bukti Kemunafikan Barat?

Aksi pembakaran Al-Quran menuai berbagai sorotan, terutama kaum muslim di dunia. Kendati demikian, pemerintah Swedia menganggap aksi tersebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi, namun secara...