HomeNalar Politik
Nalar Politik
Omertà , Sumpah Sakral Dilanggar Febrie?
Omertà bukan sekadar sumpah mafia untuk tutup mulut. Ia adalah teknologi kekuasaan yang menjaga jaringan tetap utuh melalui kesunyian dan loyalitas. Namun, sejarah menunjukkan, bangunan paling kuat sekalipun bisa mulai retak ketika satu sinyal muncul.
J61 -
Gejolak Papua, Haruskah Ditindak Represif?
D74 -
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin ganas, nyawa tenaga kesehatan jadi korbannya. Ketua MPR Bamsoet sebut ini sudah saatnya berantas KKB tanpa perlu lagi ditahan oleh HAM. Pertanyaannya, apakah ide pemberantasan ini dapat menyelesaikan konflik di Papua?
Menguak Strategi PKS Amankan Anies
A72 -
Presiden PKS Ahmad Syaikhu beberapa waktu lalu menyampaikan wacana untuk menduetkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Pengamat...
Jangan Dengar Pernyataan Politisi
R53 -
Ketika berbagai pihak mengkritik pemerintah, kita kerap mendengar jawaban, "pemerintah telah berusaha semaksimal mungkin." Ada pula penegasan moral, "tidak mungkin pemerintah tidak memikirkan rakyatnya." Apakah jawaban-jawaban semacam itu dapat diterima?
Jokowi di Hadapan Ancaman Nuklir?
D74 -
Pasca pendirian AUKUS, Tiongkok dan Korea Utara (Korut) menunjukkan kegelisahannya. Korut secara terbuka malah menyebut AUKUS sebagai pemicu perlombaan senjata nuklir. Bagaimana seharusnya pemerintahan Jokowi menanggapi dinamika ini?
Retno Salah Pahami Bebas-Aktif?
D74 -
Indonesia akan jadi Presiden G-20 pada tahun 2022. Prinsip bebas-aktif masih menjadi andalan Presiden Jokowi dan Menlu Retno di pertemuan nanti. Sementara itu dunia sedang panas akibat perseteruan antara AS dan Tiongkok. Apakah prinsip bebas-aktif Retno masih sesuai dengan keadaan politik global?



