HomeNalar Politik
Nalar Politik
Drama Patungan Transjakarta KDM – Pramono
Setiap pagi, 4,5 juta orang melintas tanpa peduli batas provinsi. Tapi tagihan subsidi mereka hanya jatuh ke satu meja, milik Pramono Anung, gubernur yang...
A99 -
Tragedi Vanessa, Sebuah Otokritik Infrastruktur
I76 -
Kecelakaan maut Vanessa Angel di Tol Jombang dapat menjadi otokritik kita terhadap pembangunan infrastruktur. Pembangunan hard infrastructure layaknya dibarengi dengan soft infrastructure. Lantas, seperti apa kita merekonstruksi paradigma...
Mungkinkah Indonesia Terbebas Buzzer Politik?
D74 -
Istilah ‘buzzer politik’ semakin populer semenjak Pemilu 2019. Meskipun pada awalnya tidak berkonotasi negatif, kampanye politik yang meresahkan membuat masyarakat mengartikan buzzer layaknya hama bagi demokrasi, yang sampai saat ini masih belum bisa diatasi. Mampukah Indonesia terlepas dari pasukan dunia maya tersebut?
Kita Gagal Memahami Politik?
R53 -
Entah sejak kapan politik lumrah dipahami sebagai istilah negatif. Kita misalnya kerap mendengar pernyataan jangan “politisasi”. Politik itu jahat, kebohongan, licik, tipu daya, korup, dan kejam. Kira-kira demikian pandangan umum. Bahkan akademisi hingga filsuf seperti Hannah Arendt juga melihat politik dalam pandangan ini. Lantas, apakah benar politik adalah entitas jahat? Atau justru kita telah gagal dalam membuat penilaian?
Andika Jadi Panglima, Hasil PDKT?
I76 -
Pencalonan Andika Perkasa manjadi Panglima TNI penuh dengan kritik. Banyak pihak menilai pengambilan keputusan harus mempertimbangkan rotasi antar matra. Logika politik apa yang digunakan...
Menyibak Strategi Sun Tzu PDIP
R53 -
Belakangan ini Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melayangkan berbagai kritik terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Yang paling menarik, ternyata ada program beasiswa untuk membandingkan era pemerintahan SBY dengan Joko Widodo (Jokowi). Apakah ini cara PDIP untuk mengantisipasi kekalahan di Pemilu 2024?



