HomeNalar Politik
Nalar Politik
Drama Patungan Transjakarta KDM – Pramono
Setiap pagi, 4,5 juta orang melintas tanpa peduli batas provinsi. Tapi tagihan subsidi mereka hanya jatuh ke satu meja, milik Pramono Anung, gubernur yang...
A99 -
Kenapa PDIP Ngotot Usung Puan?
R53 -
Meskipun tidak dijagokan berbagai pihak karena elektabilitasnya rendah, PDIP nyatanya tetap ingin mengusung Puan Maharani di Pilpres 2024. Selaku partai besar dan paling berkuasa saat ini, sulit membayangkan PDIP tidak memiliki kalkulasi rasional di baliknya. Lantas, mengapa Puan diusung?
Mongol Gabung PSI untuk Apa?
R53 -
Komika Mongol Stres resmi gabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Berbagai pihak mempertanyakan, khususnya mengapa komedian bergabung ke partai politik. Apakah komedian tidak cocok di dunia politik?
UU Ciptaker, Untuk Kebaikan Siapa?
D74 -
Omnibus Law Undang-undang Cipta Lapangan Kerja (UU Ciptaker) menjadi perdebatan publik untuk kesekian kalinya, setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan status inkonstitusional bersyarat. Namun, berbagai pejabat terlihat masih membela UU Ciptaker. Kira-kira apa urgensinya?
Jika DPR Diganti Artificial Intelligence
R53 -
Sejak November 2019, Presiden Jokowi sudah mewacanakan perampingan birokrasi melalui penggantian PNS eselon III dan IV dengan robot atau artificial intelligence (AI). Apakah wacana serupa dapat dilakukan di lembaga legislatif? Jika anggota DPR diganti dengan AI, apa yang kira-kira terjadi?
Siasat Erick di Toilet Gratis
I76 -
Erick Thohir datang lagi, kali ini yang hangat diperbincangkan perihal perintah agar toilet SPBU digratiskan. Publik melihat hal ini sebagai pencitraan politik, sebuah persiapan...



