HomeNalar Politik
Nalar Politik
Drama Patungan Transjakarta KDM – Pramono
Setiap pagi, 4,5 juta orang melintas tanpa peduli batas provinsi. Tapi tagihan subsidi mereka hanya jatuh ke satu meja, milik Pramono Anung, gubernur yang...
A99 -
Empat Penunggang Kuda Reformasi
I76 -
Layaknya empat penunggang kuda Reformasi, yaitu Gus Dur, Amien Rais, Megawati, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X bersinergi menghasilkan daya dorong dan daya hentak politik...
Atasi Radikalisme, Dudung Perlu Diapresiasi?
D74 -
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dudung Abdurachman menyatakan akan berupaya meredam radikalisme dan terorisme. Wacana ini dikritik banyak orang karena terkesan melanggar tugas dan kewenangan seorang KSAD. Di sisi lain, beberapa pihak justru mendorong Dudung. Tepatkah kemudian inisiatif Dudung kita apresiasi? Apakah ini saatnya TNI terjun memberantas radikalisme?
Survei Kinerja Menteri Untuk Apa?
R53 -
Indikator Politik Indonesia merilis survei menteri berkinerja terbaik yang menempatkan Mensos Risma dan Menkeu Sri Mulyani sebagai yang tertinggi. Dengan responden yang merupakan masyarakat acak, bukannya para pakar di bidangnya, apakah survei tersebut dapat diamini?
Pasukan Siber, Senjata Pamungkas PPP?
G69 -
Eksistensi pasukan siber di kancah politik Tanah Air bukan sebuah fenomena baru. Perannya dinilai esensial dalam membendung berbagai bentuk propaganda dan disinformasi di media...
Mengapa Tiongkok Tiba-Tiba Ancam Indonesia?
D74 -
Awal Desember ini publik dihebohkan oleh berita mengenai surat diplomatis dari Tiongkok yang berisi tuntutan agar Indonesia memberhentikan aktivitas pengeboran minyak dan gas (migas) di Laut Natuna. Ancaman ini dianggap sebagai upaya pertama Tiongkok menekan klaim nine-dash line pada Indonesia. Mengapa hal ini baru terjadi sekarang?



