HomeNalar Politik
Nalar Politik
Golkar, Chandradimuka The Fixer?
Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai
J61 -
Waspada Pramono-KDM, Kongkalikong Aspal Bolong
J61 -
Musim hujan kembali membuka luka lama: jalan berlubang, tambal sulam, nyawa melayang. Di Jakarta dan Jawa Barat, sorotan tertuju pada kepemimpinan Pramono dan KDM. Apakah ini sekadar cuaca, atau ada problem tata kelola dan dugaan kongkalikong aspal bolong?
2029: Kebangkitan Pongrekun-isme?
A43 -
Dokumen Epstein dibuka, warganet ramai-ramai minta maaf ke Dharma Pongrekun. Mungkinkah validasi ini sinyal lahirnya kekuatan politik baru?
Bahaya Korupsi “YTTA” Bea Cukai
J61 -
Rp7 miliar per bulan, korupsi jadi rutinitas. Kasus Bea Cukai bukan sekadar OTT, tapi cermin pembiaran negara. Di era Presiden Prabowo, ini bisa menjadi senjata dari aktor dengan tangan tak terlihat yang mengganggu stabilitas—atau momentum balik arah pemberantasan korupsi klasik.
Xi Jinping Ancaman Buat Putin?
D74 -
Pesona Tiongkok dalam politik internasional dinilai bisa berdampak pada erosi hubungannya dengan Rusia. Mengapa demikian? Ilustrasi: AI-generated
BoP: Jebakan atau Jembatan?
A43 -
Indonesia memutuskan untuk bergabung Board of Peace (BoP). Mungkinkah ini kesempatan untuk jadi jembatan atau malah masuk ke jebakan?



