HomeNalar Politik

Nalar Politik

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

spot_imgspot_img

Waspada Pramono-KDM, Kongkalikong Aspal Bolong

Musim hujan kembali membuka luka lama: jalan berlubang, tambal sulam, nyawa melayang. Di Jakarta dan Jawa Barat, sorotan tertuju pada kepemimpinan Pramono dan KDM. Apakah ini sekadar cuaca, atau ada problem tata kelola dan dugaan kongkalikong aspal bolong?

2029: Kebangkitan Pongrekun-isme?

Dokumen Epstein dibuka, warganet ramai-ramai minta maaf ke Dharma Pongrekun. Mungkinkah validasi ini sinyal lahirnya kekuatan politik baru?

Bahaya Korupsi “YTTA” Bea Cukai

Rp7 miliar per bulan, korupsi jadi rutinitas. Kasus Bea Cukai bukan sekadar OTT, tapi cermin pembiaran negara. Di era Presiden Prabowo, ini bisa menjadi senjata dari aktor dengan tangan tak terlihat yang mengganggu stabilitas—atau momentum balik arah pemberantasan korupsi klasik.

Xi Jinping Ancaman Buat Putin?

Pesona Tiongkok dalam politik internasional dinilai bisa berdampak pada erosi hubungannya dengan Rusia. Mengapa demikian? Ilustrasi: AI-generated

BoP: Jebakan atau Jembatan?

Indonesia memutuskan untuk bergabung Board of Peace (BoP). Mungkinkah ini kesempatan untuk jadi jembatan atau malah masuk ke jebakan?
spot_img

Latest

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Bahaya yang Dibawa Perdamaian

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

More Stories