HomeNalar Politik

Nalar Politik

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Presiden datang dan pergi, tetapi satu fungsi selalu bertahan, the fixer. Dari Orde Baru hingga era Presiden Prabowo, Indonesia terus melahirkan operator negara yang menjembatani politik, birokrasi, dan ekonomi. Mengapa begitu banyak figur tersebut berasal dari Partai Golkar? Di sinilah kisah tentang "kawah chandradimuka" para pengelola kekuasaan dimulai

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

spot_imgspot_img

Waktunya Ferry Irwandi Gabung PDIP?

Dari filantropi hingga kontroversi, Ferry Irwandi berdiri di persimpangan: tetap sebagai aktor wacana di ruang publik digital, atau melangkah ke politik representasi lewat partai seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Antara idealisme, kompromi, dan risiko kehilangan independensi, inilah ujian sesungguhnya seorang influencer politik.

Konoha, ‘Surganya’ Sugar Daddy?

Maraknya industri romansa dinilai mulai menjadi disrupsi ekonomi. Mengapa hal ini bisa terjadi? (

Ahok-Purbaya: Pejabat “Ikan Salmon”

Ahok dan Purbaya mewakili arketipe pejabat yang menabrak kenyamanan birokrasi dengan cara yang sangat berbeda, namun memiliki DNA yang sama: keberanian untuk tidak populer.

Hashim: The ‘Teasing’ Brother?

Hashim Djojohadikusumo sebut ada "telur busuk" di pemerintah dan swasta. Sinyal bahaya nyata atau sekadar strategi "sentil-menyentil”?

Catatan Akhir Jenderal Reformis

Agus Widjojo bukan sekadar perwira militer biasa. Jenderal kelahiran Surakarta 8 Juli 1947 ini adalah representasi dari generasi jenderal intelektual yang langka di Indonesia. Di masa akhir Orde Baru, ketika mayoritas perwira masih terjebak dalam romantisme perang kemerdekaan sebagai justifikasi peran sosial-politik ABRI, Agus berani mengutarakan pemikiran yang menggugat.
spot_img

Latest

Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Bahaya yang Dibawa Perdamaian

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Kerajaan Abadi Raja Ponsel Indonesia

More Stories