HomeNalar Politik

Nalar Politik

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Bukan sekadar pengawal tamu negara. Di balik 120 kavaleri kuda yang mengiringi Narendra Modi menuju Istana Negara Jakarta, tersimpan pesan tentang diplomasi, kekuasaan, dan martabat negara. Mengapa kuda masih relevan di era digital? Karena dalam politik modern, simbol sering kali berbicara lebih keras daripada kebijakan.

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

spot_imgspot_img

Media Haram Menularkan Teror?

Respons cepat Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol. Ahmad Luthfi menyanggah ledakan Sukoharjo merupakan aksi teror kiranya menguak betapa krusialnya peran media massa dalam...

Blockchain, Tren Pencitraan Baru Pemerintah?

Indonesia sebagai pemegang Presidensi G20 diharapkan dapat mengadaptasi blockchain untuk hadapi tantangan di bidang lingkungan, khususnya perubahan iklim. Namun, apakah Indonesia siap untuk mengadaptasi...

Anies Lakukan Blunder Besar?

Anies Baswedan menyatakan siap maju sebagai capres di Pilpres 2024 jika terdapat partai politik yang mengusungnya. Mungkinkah Anies sedang melakukan blunder besar? PinterPolitik.com “Perang harus mampu...

Rocky Gerung Dapat Kursi Komisaris?

Pengamat politik Rocky Gerung belakangan memantik perhatian karena bertemu dengan dua sosok yang kerap menjadi subjek kritiknya, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan dan Gibran Rakabuming...

Kopral vs Kolonel, PDIP Militerisasi 2024?

Isu Dewan Kolonel (loyalis Puan Maharani) di internal PDIP yang ditandingi dengan Dewan Kopral (relawan Ganjar Pranowo) tampaknya mengindikasikan masih kuatnya nuansa pengaruh militer...
spot_img

Latest

Sarat Makna Kavaleri Kuda Istana

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT

Tapir Mesuji Hidup di Hati Rakyat

Republik dalam Satu Kata Sandi

More Stories

Cermin Retak di Zaman Pelangi?

Tito dan Sengkarut OTT