HomeData PolitikJokowi Fokus Kurangi Ketimpangan

Jokowi Fokus Kurangi Ketimpangan

“Kita harus mampu menentukan jumlah ASN yang proporsional dengan memperhatikan jumlah penduduk, kemampuan keuangan negara, serta perkembangan kemajuan teknologi informasi ke arah sistem pemerintahan yang berbasis pada elektronik atau e-government,” kata Presiden Jokowi.


PinterPolitik.com

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan, fokus kerja pemerintah pada 2017 adalah mengurangi ketimpangan antar daerah atau antara wilayah, dan mengatasi kesenjangan sosial. Sejalan dengan itu, Presiden meyakini sebaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merata akan dapat memberikan akses kepada rakyat terhadap pelayanan publik yang lebih baik. Selain itu, kesempatan kerja bukan hanya semakin meningkat, tapi juga merata di seluruh pelosok Tanah Air.

Dalam pengantarnya pada rapat terbatas tentang Lanjutan Pembahasan Manajemen Aparatur Sipil Negara di Kantor Preside, Presiden meminta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Asman Abnur, untuk menghitung lagi sebaran ASN di seluruh wilayah Tanah Air, sehingga terlihat jelas jumlah dan kualifikasi ASN yang perlu ditambah dan yang perlu dikurangi di setiap wilayah.

“Kita harus mampu menemukan jumlah ASN yang proporsional dengan memperhatikan jumlah penduduk, kemampuan keuangan negara, serta perkembangan kemajuan teknologi informasi ke arah sistem pemerintahan yang berbasis pada elektronik atau e-government,” kata Presiden Jokowi, seperti dikutip dari laman Setkab.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menteri PANRB Asman Abnur, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri, Menristek Dikti M. Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menkes Nila F. Moeloek, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana. (E19)

Baca juga :  Jokowi Cuma Bisa PBB Kelas Lokal?

#Trending Article

NasDem Diserang, SBY-JK-Paloh Dijegal?

Viralnya hacker Bjorka membuat Menkominfo Johnny G Plate mendapat hantaman sentimen minor, hingga dituntut untuk dicopot dari jabatannya. Sebagai kader Partai NasDem, apakah viralnya...

Puan-Jokowi Maju di 2024?

Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa presiden dua periode boleh maju menjadi cawapres. Apakah pernyataan itu adalah sinyal majunya Jokowi sebagai cawapres di Pilpres 2024?...

Mafia Tembak Jatuh Drone Prabowo?

Drone militer lokal Elang Hitam yang sempat jadi proyeksi andalan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto baru saja dialihkan ke penggunaan sipil oleh Badan Riset...

Siasat Yahya-Yaqut Internasionalisasi NU

Nahdlatul Ulama (NU) disebut tengah persiapkan G20 Religion Forum (R20). Apakah ini siasat Gus Yahya untuk internasionalisasi NU?

Tidak Etis Bila IKN Dilanjutkan?

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah memicu berbagai protes di masyarakat. Di tengah penolakan besar-besaran terhadap kenaikan BBM dan krisis ekonomi, pemerintah tetap...

SBY Turun Gunung, PDIP Panik?

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun gunung dan menyebut Pilpres 2024 akan menelurkan calon yang telah dikehendaki oleh pihak tertentu. PDIP menjadi...

Lawan Prabowo, Anies-AHY Hanya “Boneka”?

Wacana duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024 semakin menguat. Namun, pasangan kandidat tersebut tampaknya memiliki celah politik besar untuk...

Bjorka: Pahlawan Rakyat, Musuh Jokowi?

Kemunculan Bjorka menuai banyak reaksi positif dari warganet Indonesia. Setelah muncul di jagat Twitter dengan nama akun @bjorkanism, Bjorka seakan menunjukkan gelagat bahwa dirinya...

More Stories

Infrastruktur Ala Jokowi

Presiden juga menjelaskan mengenai pembangunan tol. Mengapa dibangun?. Supaya nanti logistic cost, transportation cost bisa turun, karena lalu lintas sudah  bebas hambatan. Pada akhirnya,...

Banjir, Bencana Laten Ibukota

Menurut pengamat tata ruang, Yayat Supriatna, banjir di Jakarta disebabkan  semakin berkurangnya wilayah resapan air. Banyak bangunan yang menutup tempat resapan air, sehingga memaksa...

E-KTP, Dampaknya pada Politik

Wiranto mengatakan, kegaduhan pasti ada, hanya skalanya jangan sampai berlebihan, sehingga mengganggu aktivitas kita sebagai bangsa. Jangan juga mengganggu mekanisme kerja yang  sudah terjalin...