HomeCelotehUU ITE Di-PHP-in Jokowi?

UU ITE Di-PHP-in Jokowi?

Kecil Besar

“Soal UU ITE, Pak Ketua, ini lagi dibahas dan dilakukan public hearing. Ini kan ada kaitannya juga dalam RUU KUHP yang sudah kita bahas secara mendalam”. – Yasonna Laoly, Menteri Hukum dan HAM


PinterPolitik.com

Harapan. Profesor Ilmu Psikologi dari University of North Carolina at Chapel Hill, Barbara Fredrickson, menyebutkan harapan atau hope – bukan J-Hope yang anggota boyband BTS ya – mendapatkan bentuknya ketika krisis datang. Hope adalah creative possibilities atau kemungkinan-kemungkinan kreatif yang dimunculkan oleh pikiran dan keyakinan manusia.

Hmm, sebuah pengertian yang menarik karena meletakkan harapan sebagai sebuah proses kreativitas. Tapi, ini menjadi semacam relasi yang jarang terekspos.

Nah, di kalangan anak muda, kalau bicara harapan dan hubungan percintaan, ada tuh istilah pemberi harapan palsu alias PHP. Ini biasanya disematkan pada orang-orang yang pada awalnya terlihat dekat dan membuaka kemungkinan untuk mengarahkan perkenalan dan perjumpaan ke hubungan yang lebih serius, namun pada akhirnya diam-diam bae alias no action. Uppps.

Soal PHP ini lagi disematkan pada Presiden Jokowi loh, tapi bukan terkait masalah percintaan tertentu. Ini berhubungan dengan wacana revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang sempat digaungkan Jokowi beberapa waktu sebelumnya.

Soalnya revisi UU tersebut akhirnya tidak masuk dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas 2021 yang disepakati pemerintah, DPR dan DPD. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, rencana revisi UU ITE ditunda lantaran pemerintah masih menampung aspirasi publik.

Pemerintah memang saat ini tengah membentuk dua tim pengkaji UU ITE, yakni tim yang mengkaji pedoman penerapan UU ITE dan tim yang mengkaji revisi UU ITE. Namun, batalnya rencana revisi UU ITE tentu bertentangan dengan semangat awal saat Presiden Jokowi menggaungkan wacana tersebut, sekalipun sudah ada tim yang dibentuk. Berasa di-PHP-in lah istilahnya.

Baca juga :  Waspada 3 "Kingdoms" of Jokowi?

Adapun dalam tim yang dibentuk, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akan bertanggung jawab mengenai pembahasan perubahan UU tersebut. Hmm, si bapak yang hobi blokir-blokir nih. Uppps

Yang jelas, tak masuknya revisi UU ITE ke dalam prolegnas prioritas emang mengecewakan banyak pihak. Pasalnya semua orang sudah berharap akan ada perbaikan kualitas demokrasi di Indonesia jika aturan-aturan yang membuat orang takut mengkritik dieliminasi. Sayangnya, harapan soal itu masih jauh untuk terjadi. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.