HomeCelotehUcapan (Telat) Ulang Tahun Ganjar

Ucapan (Telat) Ulang Tahun Ganjar

Kecil Besar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ternyata baru saja berulang tahun yang ke-54 pada 28 Oktober 2022 lalu. Selamat ulang tahun ya, Pak Ganjar. Mohon maaf telat ngucapin-nya. Hehe.


PinterPolitik.com

“It’s your birthday, baby, it’s your birthday. Yeah, who’s gonna love you on your worst day?” – Drake, “Ratchet Happy Birthday” (2018)

Wah, selamat ulang tahun untuk Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, ya, meskipun sudah telat beberapa hari. Hehe. Nggak apa-apa ya, Pak Ganjar?

Ya, kan, lagipula, sebagai Gubernur Jateng – dan politikus yang disebut-sebut berpotensi untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Pak Ganjar pasti udah banyak lah ya yang ngucapin.

Ketika menghadiri Peringatan Sumpah Pemuda ke-94 di Kabupaten Wonosobo, Jateng, misalnya, Pak Ganjar mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari para hadirin. Salah satunya adalah seorang siswa SMP Negeri 1 Wonosobo yang bernama Sahril Maulana.

Kata Sahril sih, ia nge-fans dengan Pak Ganjar. Selain memuji paras Pak Ganjar yang menurutnya ganteng, Sahril juga bilang kalau ia mengikuti konten-konten video dari channel YouTube milik Gubernur Jateng tersebut. Wah, banyak fans-nya juga nih, Pak.

Pak Ganjar pun sempat mendapatkan kejutan (surprise) dari sejumlah kepala daerah lain. Sampai-sampai nih, Pak Ganjar banca’an (makan bersama) bersama kepala-kepala daerah seperti Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Selain kepala-kepala daerah lain, Pak Ganjar juga dapat video-video ucapan ulang tahun dari sejumlah sahabatnya lho. Sungguh tiada hal yang bisa menggantikan betapa berharganya kehadiran para sahabat dan keluarga di saat-saat hari ulang tahun.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK
PDIP Ganjar Diadu Domba

Emang sih, biasanya nih, makin banyak yang ngucapin, makin senang hati kita. Dengan stories dan posting-an yang diunggah teman-teman kita, rasanya makin keren dan makin eksis aja gitu

Ya, secara nggak langsung, banyaknya ucapan ulang tahun untuk Pak Ganjar ini menggambarkan bagaimana dirinya juga diperhitungkan di masyarakat. Mengacu pada tulisan Marta Dąbrowska yang berjudul Birthday, Culture, and Social Media, ulang tahun merupakan urusan pribadi yang kini dirayakan di depan dunia (media sosial) dengan tujuannya untuk menunjukkan ketertarikan pada orang yang sedang berulang tahun.

Nah, bukan nggak mungkin, dengan banyaknya ucapan ulang tahun kepada Ganjar, ketertarikan banyak pihak juga muncul kepadanya. Apalagi, kan, Pak Ganjar merupakan salah satu sosok yang dinilai memiliki popularitas dan elektabilitas yang potensial untuk menjadi calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Siapa tahu, kan, kalau besarnya ketertarikan kepada Pak Ganjar ini bisa ditransformasikan menjadi modal politik (political capital)? Mengacu pada tulisan Kimberly L. Casey yang berjudul Defining Political Capital, relasi sosial yang merupakan modal sosial (social capital) bisa ditransformasikan menjadi salah satu sumber modal politik.

Mungkin, inilah kenapa Pak Ganjar dulu juga sampai bikin posting-an di Instagram miliknya ketika Ketua DPP PDIP Puan Maharani berulang tahun ke-49 pada 6 September 2022 lalu. Boleh jadi, seperti yang dijelaskan oleh Dąbrowska dalam tulisannya, Pak Ganjar juga ingin menyenangkan Mbak Puan saat beliau berulang tahun.

Eits, tapi nih, Mbak Puan kayak-nya belum membuat posting-an atau story untuk ngucapin selamat ulang tahun untuk Pak Ganjar. Wah, kenapa tuh ya? Apa Pak Ganjar dinilai tidak terlalu berarti ya buat Mbak Puan? Waduh. ☹ (A43)

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?