HomeCelotehTito Karnavian Belajar dari BTS?

Tito Karnavian Belajar dari BTS?

Kecil Besar

“Memang yang banyak diberitakan adalah yang adanya kerumunan massa pada saat pendaftaran, tapi ada juga yang sebetulnya cukup patuh sehingga kami berikan apresiasi”. – Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri


PinterPolitik.com

Jadi orang tua yang baik itu emang gampang-gampang susah. Apalagi menghadapi anak-anak generasi sekarang yang nota bene udah beda banget psikologis dan pandangan-pandangannya.

Anak-anak zaman sekarang emang udah sangat familiar dengan teknologi informasi, gadget canggih, media sosial dan sebagainya, yang memang kadang kala membuat sikap mereka menjadi sangat sulit dipahami oleh orang tua, apalagi kalau orang tuanya kebanyakan terpaut generasi yang jauh. Let’s say kayak generasi milenial vs baby boomer gitulah. But this time, it happens in family.

Pilihan orang tua adalah menjadi yang pengertian, baik dan memanjakan, atau menjadi yang tegas, penuh disiplin, dan kadang-kadang keras. Masing-masing akan punya konsekuensinya sendiri-sendiri. Tetapi orang tua yang paling baik adalah yang bisa mengkombinasikan keduanya: bisa baik dan pengertian – tanpa terlalu memanjakan – serta bisa pula tegas dan kata-katanya.

Mungkin hal inilah yang sedang coba dijalankan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pasalnya, seperti diberitakan sebelumnya, banyak calon kepala daerah – termasuk para calon petahana – yang melanggar protokol kesehatan saat mendaftarkan diri ke KPUD di masing-masing daerah jelang Pilkada 2020.

Kerumunan orang yang membeludak, konvoi yang sebetulnya tidak perlu, ada pula yang bikin konser dangdut, dan lain sebagainya, merupakan catatan buruk para calon kepala daerah tersebut di tengah makin mengkhawatirkannya angka pasien Covid-19 di Indonesia.

Makanya, Pak Tito sempat mewacanakan akan memberikan sanksi pada para calon kepala daerah tersebut. Tak tanggung-tanggung narasinya sampai diskualifikasi segala dari pencalonan. Wih.

Namun, Pak Tito nyatanya juga memberikan pujian dan bahkan “hadiah” bagi para calon kepala daerah yang tidak mengabaikan protokol kesehatan dan bahkan melarang para pendukungnya untuk berkumpul ketika mendaftarkan diri. Hmm, fair enough lah ya. Yang salah harus diberi sanksi, yang baik dan benar diberikan pujian dan penghargaan.

Tapi ini semua nggak bisa hanya diupayakan oleh Pak Tito sendiri. Soalnya semua elemen masyarakat harus benar-benar patuh pada protokol kesehatan. Tak peduli orang itu calon kepala daerah, pejabat, artis, dan lain sebagainya. Semua orang harus patuh.

Mungkin kita perlu mencontoh boyband nomor 1 di dunia asal Korea Selatan saat ini, BTS. Buat yang belum tahu, beberapa minggu lalu BTS baru mengeluarkan lagu baru berjudul Dynamite. Lagu tersebut langsung memuncaki tangga nada Billboard di Amerika Serikat dan memecahkan banyak rekor. Bikin bangga orang Korsel lah intinya.

Tapi, saat mereka diundang oleh stasiun TV KBS untuk diwawancara, mereka tetap patuh memakai masker, termasuk sampai awal acara, sebelum diberitahu bahwa mereka diizinkan untuk membuka maskernya.

Beh, salut banget. Mungkin orang Indonesia perlu mencontoh hal-hal seperti ini, biar Pak Tito nggak kesulitan untuk jadi orang tua yang baik. Semangat, Pak! (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.