HomeCelotehTeguran Megawati Demi Kebaikan Jokowi?

Teguran Megawati Demi Kebaikan Jokowi?

Kecil Besar

“Pak Jokowi itu ya ngono loh, mentang-mentang. Lah, iya, padahal Pak Jokowi kalau enggak ada PDI Perjuangan juga, duh kasihan dah,” – Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum (Ketum) PDIP


PinterPolitik.com

Baru-baru ini, sempat heboh pernyataan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengungkit pentingnya peranan partainya bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal tersebut disampaikan Megawati dalam acara peringatan HUT ke-50 PDIP – yang juga pada kesempatan itu hadir Presiden Jokowi.

Sontak, komentar Megawati itu dimaknai dengan beragam tafsir yang berbeda-beda. Ada yang melihat itu sebagai teguran kepada Jokowi. Ada juga yang melihat itu hanya sebagai cara Megawati bergurau kepada Jokowi.

Namun, kita perlu ingat kalau, dalam politik, tidak ada sesuatu yang muncul dari ruang kosong. Pasti selalu ada pemicu kenapa pernyataan itu bisa dikeluarkan oleh seorang elite politik, apalagi sekelas ketum partai.

Maka dari itu, wajar jika ungkapan Megawati itu lebih masuk akal jika ditafsirkan sebagai teguran terbuka kepada Presiden Jokowi akibat dari manuver politik dukungan Jokowi kepada beberapa kandidat yang punya keinginan maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

image 49
Megawati Tagih Balas Budi Jokowi?

Anyway, hal ini senada dengan pernyataan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie yang melihat pernyataan Megawati itu tidak lepas dari adanya dilema pilihan capres yang ada di internal PDIP itu sendiri.

Sedikit memberikan konteks, PDIP kini memiliki dua kader potensial untuk dijadikan calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Mereka adalah Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Jerry menilai pernyataan Megawati itu tidak lain hanya untuk meminta agar Jokowi mendukung Puan sebagai capres dan diminta untuk jangan lupa diri dengan cara membangun wacana calon lain selain Puan.

Baca juga :  Strategi “Gajah” Kaesang masuk Pesantren ?

Namun, ada juga analisa yang melihat itu teguran tapi agak berbeda dengan analisis Jerry di atas. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Abdul Hamid.

Hamid melihat bahwa teguran Megawati kepada Jokowi itu bukanlah persoalan capres dan terkhusus dorongan untuk mencalonan Puan, melainkan persoalan ideologis. Hal ini disebabkan adanya tanggung jawab moral Megawati sebagai ketum PDIP.

Dalam konteks ini, Hamid menjelaskan kalau peran PDIP sebagai partai nasionalis haruslah menjadi partai yang merangkul karena prinsip nasionalisme atau kebangsaan itu merangkul.

Jadi, sangat tidak elok jika ada presiden dari partai nasionalis yang menunjukkan keberpihakan kepada satu kelompok tapi menolak kelompok lain, termasuk dalam persoalan capres di 2024 mendatang.

Nah, di sinilah tepatnya letak teguran Megawati, menurut Hamid, berfungsi sebagai sosok yang bertanggung jawab menjadi benteng terakhir penjaga ideologi nasionalisme. Warisan ini juga yang secara ideologi diturunkan dari sang ayah Presiden Soekarno.

By the way, bicara soal tegur-menegur jadi ingat kalau dalam kehidupan sehari-hari kadang kita juga mengalami teguran – apakah itu dari orang tua di rumah atau atasan dalam dunia kerja.

Jika kita melakukan sebuah kesalahan otomatis akan ditegur oleh atasan. Tentu, awalnya kita tidak dapat langsung menerima. Namun, lambat laun mulai terpikir kenapa kita persoalkan teguran itu.

Bukankah lebih baik kita fokus untuk mencari cara agar kesalahan yang sama tidak terulang kembali? Walaupun nanti terulang kembali, kita sudah tahu cara mengatasinya.

Well, bisa jadi, maksud Megawati juga sama, yaitu menegur Jokowi untuk kebaikannya sendiri. Wah, kalau benar demikian, ini bukti kalau rasa sayang ibu itu tiada bandingnya – termasuk sayang ibu Megawati ke Presiden Jokowi. Hehehe. (I76)

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Jika Bung Hatta Yang Jadi Presiden Pertama Indonesia
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...