HomeCelotehTanda Tanya Sewot PAN ke Wamenkumham

Tanda Tanya Sewot PAN ke Wamenkumham

Kecil Besar

“Sungguh sangat tidak elegan, dalam posisi sebagai Wamenkum HAM memberikan suatu statement seperti itu. Menurut, saya ini sangat memengaruhi proses pro justitia kasus yang sementara berlangsung yang ditangani oleh aparat penegak hukum. Apalagi posisinya sebagai Wamenkum HAM”. – Sarifuddin Sudding, Anggota Komisi III DPR RI 


PinterPolitik.com

Hukuman mati. Sering juga dikenal sebagai capital punishment atau death penalty. Ini adalah hukuman mencabut nyawa seseorang pelaku kejahatan akibat perbuatannya yang dianggap merugikan masyarakat atau melanggar hukum.

Praktik hukuman mati ini telah ada sejak awal sejarah peradaban. Bahkan di zaman-zaman dulu, sering kali juga melibatkan penyiksaan dengan alat-alat yang sadis. Berasa kayak nonton film-film thriller gitu lah pokoknya. Ngeri cuy.

Nah, ngomongin soal hukuman mati ini, kini lagi jadi “ancaman” serius buat mantan Menteri Sosial Juliari Batubara. Gara-garu kasus korupsi bantuan sosial kebencanaan Covid-19, doi akhirnya harus berhadapan dengan kemungkinan vonis mati.

Baca juga: Hanya PKS Teman Setia Anies?

Hal ini ditegaskan juga oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkum HAM) Edward Omar Sharif Hiariej loh. Doi bilang, dua mantan menteri – yakni Juliari dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo – bisa dihukum mati karena perbuatan mereka yang memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi.

Nah, pernyataan Wamenkumham ini kemudian mendatang kritik, salah satunya dari PAN. Ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding.

Menurut doi, Wamenkumham tak layak menyampaikan pernyataan seperti itu. Karena pernyataan Wamenkumham Eddy Hiariej itu akan berpengaruh pada proses penyidikan, bahkan sampai proses peradilan.

Ucapan semacam itu, menurut politikus PAN tersebut, lebih tepat diungkapkan oleh seorang pengamat, alih-alih seorang wakil menteri. Jika memang Eddy mau berkomentar semacam itu, Sudding menyarankan Eddy untuk menjadi pengamat hukum saja.

Wih, tajam juga nih kritikannya PAN. Tumben-tumbenan ngritik kayak gini ya. Upppps.

Sudding juga berharap agar Eddy berhati-hati menyampaikan pendapat. Eddy diminta untuk menarik ucapannya, memberikan klarifikas,i dan menyampaikan permohonan maaf.

Hmm, perlu nih Prof Eddy datang berkunjung ke podcast-nya Om Deddy Corbuzier. Kan disuruh klarifikasi. Hehehe.

Tapi yang bikin publik bertanya-tanya, kenapa PAN yang sewot ya? Kan yang korupsi itu bukan kader mereka. PDIP misalnya, anteng-anteng aja dan meminta agar diserahkan ke penyelesaian hukum. Nggak pakai acara sewot-sewot.

Hayoo. Uppps. Mungkin PAN membaca kemarin lagi ramai isu reshuffle kali ya. Hehehe. Menarik untuk ditunggu nih. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.