HomeCelotehSri Mulyani Korban Kebijakan Jokowi?

Sri Mulyani Korban Kebijakan Jokowi?

Kecil Besar

“Jadi tidak benar ada pungutan pajak baru untuk pulsa, kartu perdana, token listrik dan voucer. Pajak yang Anda bayar juga kembali untuk rakyat dan pembangunan, kalau jengkel sama korupsi -mari kita basmi bersama..!” – Sri Mulyani, Menteri Keuangan


PinterPolitik.com

Menkeu alias Menteri Keuangan. Jabatan ini bukan sembarang jabatan. Sejak awal peradaban manusia mengenal konsep pemerintahan, jabatan yang satu ini sudah memegang peranan penting. Istilahnya dulu disebut bendahara negara atau bendahara kerajaan lah.

Di Inggris misalnya, Menteri Keuangan disebut sebagai Chancellor of the Exchequer. Kata exchequer itu sendiri berarti bendahara dalam bahasa Indonesia. Di negara Ratu Elisabeth ini, Menteri Keuangan adalah 1 dari 4 pejabat utama dalam pemerintahan, selain Perdana Menteri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Luar Negeri.

Wih, udah jelas ini jabatan yang super-duper penting.

Di Indonesia sendiri, posisi Menkeu memang vital adanya. Walaupun ada Menko Perekonomian, tetapi pengambilan kebijakan praktisnya selalu ada di tangan seorang Menkeu. Makanya, jabatan yang kini ditempati oleh Bu Sri Mulyani ini emang sangat menentukan arah perjalanan negara ini.

Baca Juga: Ada Biden di Reshuffle Jokowi?

Bisa dibilang, dibandingkan menteri-menteri lain di kabinet, Bu Sri Mulyani ini adalah salah satu yang paling powerful dari sisi jabatan. Lha iya, kalau anggarannya disetop, kementerian-kementerian yang lain bisa apa. Hehehe.

Tapi, beberapa waktu terakhir, Bu Sri Mulyani emang lagi disorot oleh banyak pihak terkait kebijakan-kebijakan yang diambil oleh kementerian yang dipimpin olehnya. Misalnya, pernyataan doi tentang dana wakaf nasional yang bisa digeser pemanfaatannya untuk pembangunan, justru dikritik oleh berbagai pihak.

Ya iyalah, secara dana wakaf adalah dana yang seharusnya diperuntukkan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan atau berkaitan langsung dengan agama Islam.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Memang sih, kalau dirasionalkan bisa nyambung-nyambung aja. Namun, pernyataan Sri Mulyani tersebut seolah-olah mengindikasikan pemerintah memang tengah berupaya mencari pemasukan untuk pembiayaan negara dari berbagai penjuru.

Program lain yang kini juga tengah dikritik adalah tentang aturan pajak baru untuk pulsa, token listrik, voucher, dan kartu perdana. Lagi-lagi yang ditangkap oleh publik adalah harga pulsa akan naik akibat adanya kebijakan baru ini – sekalipun hal tersebut sudah dibantah oleh Bu Sri Mulyani sendiri.

Hmm, sebenarnya kasihan juga sih Bu Sri Mulyani. Bisa dibilang, doi ini bumper kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintahan Presiden Jokowi. Nggak heran doi pernah curhat “sakit perut” begitu mendengar janji-janji kampanye pada Pilpres 2019 lalu.

Duh, udah sakit perut, tambah pusing pula. Gejala masuk angin tuh bu. Hehehe. Jangan lupa minum jamu Usir Angin. Uppps. Itu loh, yang taglinenya “orang pintar bla bla bla”. Hehehe. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.