HomeCelotehSiapa Pembimbing Sri Mulyani?

Siapa Pembimbing Sri Mulyani?

Kecil Besar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (WB) untuk memberikan bimbingan kepada negara-negara berkembang dan miskin dalam hal pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, khususnya dalam mengelola beban utang. Mungkinkah IMF dan WB menjadi pembimbing Sri Mulyani?


PinterPolitik.com

Bagi mahasiswa yang telah melalui sidang skripsi – atau yang tengah mengerjakan skripsi, dosen pembimbing (dosbing) adalah sosok yang senantiasa membantu dalam penyusunan tugas yang menentukan kelulusan ini. Biasanya, dosbing akan memberikan pengetahuan dan arahan bagi mahasiswa yang mengerjakan skripsi.

Namun, namanya juga mahasiswa, skripsi kerap menjadi momok yang berat. Bahkan, sering kali, para mahasiswa dan mahasiswi merasa kelelahan dan menunda-nunda pengerjaan skripsi ini.

Meski skripsi kerap menjadi beban yang berat, tidak jarang ada juga lho mahasiswa dan mahasiswi yang tekun dan rajin dalam mengerjakannya. Terkadang, mereka akan “memburu” sang dosbing agar skripsinya segera selesai dan diloloskan untuk diajukan pada sidang.

Tapi nihnggak semua dosbing bisa available lho waktunya buat para mahasiswa dan mahasiswi bimbingannya. Nggak jarang, para dosbing justru memiliki kesibukan sendiri yang akhirnya membuat proses penyusunan skripsi para mahasiswa dan mahasiswi terhambat.

Banyak juga tuh alasannya. Misal, bisa aja sang dosbing malah sibuk mengajar kelas. Bahkan, bisa aja dosbing mereka malah sibuk mengerjakan proyek-proyek penelitian dan jarang hadir di kampus. Beeuuh, kalau udah gitu, pasti bingung tuh para mahasiswa dan mahasiswi ini.

Mungkin, kesulitan mencari pembimbing ini nggak hanya dirasakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi tingkat akhir, melainkan juga oleh beberapa pejabat di Indonesia nih. Salah satunya adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Baca Juga: Sri Mulyani dan Jebakan SMS Utang

Ibu Negara Jadi Presiden

Pasalnya nih, sosok yang akrab dipanggil dengan nama Bu Ani ini beberapa waktu lalu mengungkapkan sebuah permintaan nih kepada organisasi-organisasi keuangan internasional, seperti Bank Dunia (WB) dan International Monetary Fund (IMF). Kata Bu Ani sih, IMF dan WB ini perlu nih memberikan bimbingan pada negara-negara berkembang dan less-developed terkait pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 – khususnya soal pengelolaan beban utang.

Hmm, apa yang diungkapkan oleh Bu Ani bisa jadi benar lhoguys. Soalnya nihnggak semua negara bisa dengan baik mengelola keuangannya agar bisa segera keluar dari jurang ekonomi yang disebabkan oleh si virus Covid-19.

Tapi nihmimin heran juga nih dengan pernyataan Bu Ani. Soalnya, permintaan pada IMF dan WB tersebut diungkapkan ketika beban utang Indonesia meningkat cukup tajam nih kala mengarungi dampak ekonomi Covid-19.

Kalau dilihat data-datanya nih, beban utang Indonesia juga meningkat lho. Pada Februaru 2021 lalu, misalnya, beban utang Indonesia menjadi Rp 6.361,02 triliun lho – meningkat sebesar 28,55 persen dari Februari 2020 yang berada pada kisaran Rp 4.948,18 triliun.

Waduh, mungkin, inilah mengapa Bu Ani juga merasa perlu diberi bimbingan dari para dosbing (baca: IMF dan WB) nih. Apa jangan-jangan Bu Menkeu ini tipe-tipe mahasiswa yang mengerjakan sendiri dan baru mencari bimbingan kalau udah bingung? Hmm.

Ya, terlepas benar atau tidaknya Bu Ani ini meminta bimbingan ke IMF dan WB berkaitan dengan meningkatnya beban utang, semoga saja Bu Menkeu tidak kesulitan lah mencari dosbingnya – apalagi ada banyak tuh “mahasiswa bimbingannya” IMF dan WB. Hehe. (A43)

Baca Juga: Sri Mulyani dan Bayang-bayang “Makhluk Halus”


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?