HomeCelotehSebuah Kisah Celeng dan Banteng

Sebuah Kisah Celeng dan Banteng

Kecil Besar

PDIP kembali dibuat ramai oleh perpecahan politik internal antar-kubu setelah muncul deklarasi dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 dari sejumlah kader PDIP. Alhasil, muncul lah label Barisan Celeng yang diberikan di tubuh internal partai berlambang banteng tersebut.


PinterPolitik.com

Meski belum tentu semua orang setuju, sebagian besar pakar biologi setidaknya meyakini bahwa makhluk hidup telah mengalami evolusi dari generasi ke generasi. Alhasil, komponen-komponen biotik di muka Bumi bakal terus mengalami perubahan dari masa ke masa.

Mungkin, ini mengapa evolusi di Bumi-00 sedikit berbeda dengan evolusi yang terjadi di alternate universe Bumi-45. Bila di Bumi-45 hanya umat manusia yang mengalami evolusi ter-advanced, di Bumi-00 evolusi ternyata bisa terjadi pada banyak jenis hewan.

Cebong, banteng, kadrun, dan kampret, misalnya, ternyata memiliki kemampuan untuk berbicara. Bahkan, hewan-hewan ini ternyata bisa berpolitik layaknya manusia di Bumi-45.


Kambing HitamHear ye! Hear ye! Dicari calon presiden untuk negara US alias United Satwas.

Cebong: Wah, kayaknya asyik nih kalau bisa jadi Presiden US. Inilah saatnya para cebong yang selama ini tidak diperhatikan untuk bisa mengubah nasib rakyat.

Banteng: Kuy, Cebong. Gimana kalau kamu majunya bareng saya aja? Saya punya banyak teman lho. By the way, kamu harus hati-hati ya dengan Si Kadrun dan Kampret.

Kadrun: Dasar, Cebong! Mau aja dengerin Si Banteng. Belum tentu lho Banteng beneran suka sama kamu.

Kampret: Iya lho. Jangan mau kalau cuma jadi petugasnya Si Banteng.

Banteng: Sssstt. Diam kalian!


Baca Juga: PDIP PDIP dan Kenangan Ganjar

Tarung Celeng vs Banteng PDIP

Cebong pun akhirnya berhasil berkuasa. Namun, seiring berjalannya waktu, Cebong dan Banteng merasa tidak cocok dengan satu sama lain. Mungkin, metamorfosis yang dialami Cebong membuat keduanya semakin tidak akrab.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Banteng: Cebong, kamu itu ya mbok dengerin curhatanku. Wong saya ini yang bantu kamu dulu lho.

Cebong: Tapi kok saya sekarang ngerasa aneh ya?

Banteng: Aneh kenapa?

Ce…: Ndak tahu ini kenapa.

Banteng: Lho, lho, kamu siapa?

Celeng: Ini aku yang baru, Banteng.

Banteng: Lho, kok jadi Celeng? Bukannya Cebong harusnya jadi Kodok ya kalau udah besar? Hah, dasar Barisan Celeng!

(A43)

Baca Juga: Relawan Jokowi Pecah, Ganjar Menguat?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?