HomeCelotehSBY-JK-Paloh Adalah Nakama?

SBY-JK-Paloh Adalah Nakama?

Kecil Besar

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu disebut tengah membangun koalisi. Inikah “nakama” koalisi menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024?


PinterPolitik.com

“I have Nakama who are not strong. But I still want them to be with me! So, I have to be stronger than anybody else… or else I’ll lose them all!” – Monkey D. Luffy, One Piece (1999-sekarang)

Siapa yang nggak tahu anime berjudul One Piece (1999-sekarang)? Anime yang menceritakan perjalanan Monkey D. Luffy dan teman-temannya mengarungi lautan bajak laut ini merupakan salah satu anime paling populer sepanjang masa.

Kini, serial anime ini telah berjalan sebanyak 1.034 episode dari episode pertamanya yang tayang pada 20 Oktober 1999. Manga-nya pun sudah berjalan sebanyak 103 volume. Hmm, lumayan panjang juga ya ceritanya. 

Nah, selain serial anime dan manga-nya, franchise One Piece juga baru aja merilis sebuah film yang tayang di bioskop-bioskop Indonesia, yakni One Piece Film: Red (2022) yang sekarang lagi ramai di kalangan para nakama (sebutan untuk penggemar One Piece).

Istilah “nakama” sendiri artinya adalah teman atau anggota tim (teammates). Kata ini juga yang digunakan Luffy untuk me-refer teman-teman seperjuangannya yang terdiri atas Luffy sendiri, Zoro, Nami, Usopp, Sanji, Chopper, Robin, Franky, Brook, dan Jimbei.

Mereka mengarungi lautan dengan kapal Thousand Sunny – mulanya Going Merry. Dalam perjalannya, mereka menghadapi banyak lawan. Salah satunya adalah World Government yang dianggap korup.

Nah, mungkin nih, perjuangan ala nakama ini juga tercerminkan dalam politik domestik Indonesia, guys. Contohnya adalah bagaimana sejumlah aktor politik besar – seperti Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu – disebut mulai bernegosiasi guna menyatukan kekuatan untuk mendukung pencalonan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. 

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan
Trio SBY JK Paloh Dijegal

Wah, kalau nanti koalisi ini beneran jadi, ada ide menarik nih buat nama koalisinya. Kalau yang lain udah punya nama koalisi seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) – terdiri atas Partai Golkar, PPP, dan PAN, mungkin koalisi Partai Demokrat-Nasdem-PKS ini bisa jadi koalisi Thousand Sunny tuh.

Ya, kan, gimana pun, Pak Anies juga butuh kendaraan politik. Siapa tahu “kapal” para nakama ini bisa jadi kendaraan politik Pak Anies ke depannya – khususnya menuju Pilpres 2024? Ya kan? Hehe.

Mungkin nih, para nakama ini berkumpul karena satu alasan selain untuk mendukung Pak Anies. Kalau kata Pak SBY sih, diduga ada upaya dari pihak tertentu untuk mencurangi jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nih, guys.

Wah, hampir sama dengan para nakama yang melawan World Government yang dianggap korup, nakama koalisi SBY-JK-Paloh-Syaikhu ini bisa jadi adalah nakama untuk pelaksanaan Pemilu 2024 yang bisa aja korup. Wah wah wah.

Kalau dalam studi Hubungan Internasional (HI), ada satu alasan yang bisa menyatukan banyak pihak dalam satu aliansi sih, yakni ancaman bersama. Makanya, banyak negara akhirnya bikin semacam keamanan bersama (collective security). 

Apakah nakama koalisi ini adalah semacam bentuk collective security terhadap ancaman kecurangan Pemilu 2024? Hmm, who knows?

Tapi nih, nakama SBY-JK-Paloh-Syaikhu ini juga perlu hati-hati lho karena nakama bisa aja nggak sejalan dan akhirnya pecah. Saat Usopp tidak sepakat dengan Luffy soal penggantian kapal, misalnya, Usopp akhirnya memutuskan untuk pergi – ya meskipun akhirnya kembali bergabung bersama Luffy dkk sih.

Jangan sampai deh nakama SBY-JK-Paloh-Syaikhu ini bakal mengalami persoalan-persoalan di antara satu sama lain yang sampai membuat kebersamaan awak “kapal” untuk Pak Anies pecah. Beware, oh, beware ya, bapak-bapak sekalian. Hehe. (A43)

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?