HomeCelotehSandiaga “Terseret” Banjir Jakarta?

Sandiaga “Terseret” Banjir Jakarta?

Kecil Besar

Dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), banjir di DKI Jakarta baru-baru ini sempat disinggung. Apakah Menparekraf Sandiaga Uno turut “terseret” soal  banjir Jakarta?


PinterPolitik.com

“Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat, Berharap jadi kupu-kupu. Kini, kita berjalan berjauh-jauhan” – sind3ntosca, “Kepompong”(2017)

Persahabatan memang merupakan sebuah hubungan pertemanan yang istimewa. Dua atau lebih sahabat pun biasanya sulit dipisahkan – ke mana-mana selalu bersama dan saling mendukung satu sama lain.

Biasanya sih, sebuah persahabatan awalnya didasari pada kesamaan – entah itu kesamaan hobi atau hingga kesamaan cara pandang dan visi. Dalam sebuah persahabatan, masing-masing pihak pun saling memberikan koreksi untuk satu sama lain.

Mungkin, hubungan persahabatan seperti ini juga eksis lho dalam dunia politik Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno, misalnya, dulu merupakan kedua figur yang sangat cocok, klop, dan saling mengisi.

Namun, kutipan lirik lagu “Kepompong” milik Sind3ntosca di awal tulisan ini mungkin dapat menggambarkan dengan baik hubungan antara Pak Anies dan Bang Sandi. Gimana nggak? Setelah Bang Sandi memutuskan untuk maju sebagai Calon Wakil Presiden (Cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu, keduanya tampak jarang terlihat bersama lagi.

Bahkan, Pak Anies kala itu harus menjomblo dalam waktu yang cukup lama lho. Kala itu, ada dua teman Pak Anies lainnya yang berebut untuk menjadi sahabat baru mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut, yakni PKS dan Gerindra.

Mungkin, nostalgia persahabatan antara Pak Anies dan Bang Sandi akhir-akhir inipun kembali muncul akibat sebuah peristiwa, yakni banjir Jakarta yang terjadi pada Februari 2021. Gimana nggak? Dalam sebuah kegiatan yang dilaksanakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Menparekraf Sandiaga Uno sempat teringat akibat curahan hati (curhat) Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Baca Juga: Sandiaga Siap Goyang Dangdut?

Dangdut is the Music of Sandiaga

Kala itu, Mbak Angela menyebutkan bahwa dirinya terlambat akibat terjebak macet yang terjadi karena banjir Jakarta. “Itu tadi Mbak Wamen ngomong soal banjir enggak nyindir saya mantan Wagub kan ya?” celetuk Bang Sandi.

Waduh, Bang Sandi mungkin merasa sedih nih karena Pak Anies akhirnya menjadi sorotan banyak pihak. Lagipula, sebagai sahabat, bukan nggak mungkin Bang Sandi merasa simpati dengan mantan rekan kerjanya tersebut.

Ehtapi, kelakar itu bukannya malah bisa ngomporin polemik banjir Jakarta nih? Soalnya, ada lho sejumlah warganet yang menilai bahwa kelakar tersebut seakan-akan menambah perhatian terhadap kinerja Pak Anies yang tengah dipertanyakan lho.

Waduh, kalau begini ceritanya, bisa-bisa Pak Anies dan Bang Sandi makin berjalan berjauh-jauhan dong. Sedih dongHuhu. Apalagi nih, partainya Bang Sandi, Partai Gerindra, akhir-akhir ini juga santer dipertanyakan lho kesetiaannya pada Pak Anies.

Soal revisi Undang-undang Pemilihan Umum (UU Pemilu), misalnya, Gerindra memutuskan untuk sejalan dengan PDIP untuk menolak revisi. Ini mah namanya cinta lama bersemi kembali (CLBK). Belum lagi, muncul juga isu bahwa Gerindra dan Anies mulai pecah kongsi nih.

Waduh, kalau begitu, Bang Sandi dan Pak Anies bakal bisa tetap jadi sahabat nggak ya? Apa mungkin akhirnya mereka berjauh-jauhan karena sesuatu – katakanlah kompetisi menuju Pilpres 2024? Hehe. (A43)

Baca Juga: Mungkinkah Anies vs Ahok 2.0?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

FACEBOOKTWITTERWHATSAPPLINKEDINTELEGRAM

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?