HomeCelotehSalah Strategi Mudik Jokowi

Salah Strategi Mudik Jokowi

Kecil Besar

“Dalam pelaksanaan PPKM Mikro tahap ke 8 akan diperpanjang dengan cakupan dengan 30 provinsi. Periode 18-31 Mei, periode 2 minggu dari pasca mudik hari raya dan tentu pengetatan 3T (testing, tracing, treatment)”. – Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian


PinterPolitik.com

Kebijakan mudik pemerintah beberapa waktu terakhir memang mendapatkan sorotan besar. Pasalnya, sekalipun larangan dikeluarkan oleh pemerintah kepada masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya Idul Fitri di daerah asal mereka, ada tumpang tindih terhadap kebijakan lain, misalnya terkait pembukaan tempat-tempat wisata.

Wisatawan asing misalnya, masih diperbolehkan datang ke Indonesia, termasuk sebelumnya yang sempat mendapatkan sorotan, yakni para wisatawan dari India yang negaranya sedang dilanda badai pandemi besar. Hmm, depan lain belakang lain nih ceritanya. Uppps.

Ini nih yang bikin banyak masyarakat tetap nekat mudik dan menerobos penyekatan polisi. Bahkan, tensinya makin terasa karena banyak yang marah-marah ketika dicegat. Wih, langsung viral di media sosial. Ditunggu video klarifikasi dan permintaan maafnya ya. Upps.

Baca Juga: Menguak Strategi Duo Luhut-Prabowo

Hal yang bikin kita menepuk dada adalah pernyataan dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa hari lalu yang bilang bahwa lebih dari 4 ribu pemudik diketahui positif Covid-19. Hal tersebut terungkap dalam tes acak terhadap para pemudik itu. Jumlah tersebut adalah test beberapa hari lalu dan jumlahnya pasti jauh lebih besar karena saat itu diadakannya acak.

Hmm, berasa kayak TV rusak gitu ya, acak. Hehehe. Lah, jangan disalahkan, wong kebijakannya juga acak-acakan kok. Hiya hiya hiya.

Pemerintah sendiri disebutkan telah memutuskan akan memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mikro hingga akhir Mei 2021.  

Kalau dipikir-pikir nih, kebijakan pemerintah soal mudik nih rada aneh. Tahun lalu publik ramai karena narasi mudik dan pulang kampung yang dibuat berbeda oleh Presiden Jokowi. Tahun ini makin nggak jelas lagi terkait apakah ada sanksi buat yang tetap mudik.

Baca juga :  The One-Man Band

Emang jadi masyarakat harus siap jadi korban kebijakannya ya. Menteri A bilang mudik nggak boleh, Menteri B justru membolehkan orang ke tempat wisata. Kan sama aja ya.

Mungkin Pak Jokowi perlu ngadain makrab sama para menteri nih. Biar satu suara dan satu pendapat soal kebijakan yang bakal diambil. Kayak di kampus-kampus itu loh, buat meningkatkan keakraban. Hehehe. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

Soal Gaji, Jurus Kamehameha Sandi

“Kau tidak akan pernah menang jika bergantung pada teknik orang lain, dan itu sangat tidak berguna bagi musuhmu”. – Son Goku PinterPolitik.com Anak-anak era 1990-an pasti...

Hantu Itu Bernama Esemka

Ia muncul di jalanan kota Solo. Warnanya putih seperti hantu, dengan kaki-kaki yang kokoh nan digdaya seperti namanya. Tapi, kok kayak pernah lihat di...

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...