HomeCelotehSaatnya Puan Bela ‘Kaum Gorengan’

Saatnya Puan Bela ‘Kaum Gorengan’

Kecil Besar

Harga crude palm oil (CPO) yang terus naik membuat Kementerian Perdagangan (Kemendag) memilih agar minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan daripada dalam bentuk curah. Alhasil, banyak rumah tangga dan pedagang gorengan “menjerit”. Apakah ini saatnya Ketua DPR RI Puan Maharani membela “kaum gorengan”?


PinterPolitik.com

Sebuah negeri yang bernama Nusantara di alternate universe Bumi-45 dikenal sebagai tempat yang sangat indah. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa ini turut memperkaya keindahan tersebut.

Dengan keanekaragaman ini, tentunya juga bermacam-macam rasa kuliner yang dimilikinya. Ada Soto Lamongan, Soto Banjar, Soto Betawi, hingga Coto Makassar.

Meski beraneka macam, ada satu jenis makanan yang bisa ditemui di setiap daerah kekuasaan Nusantara, yakni gorengan. Bisa dibilang, sebagian besar orang di negeri ini suka dengan jenis makanan satu ini – tidak terkecuali Rani.

Hampir setiap hari, Rani menyempatkan diri untuk membeli gorengan yang banyak disajikan di pinggir jalan. Sebenarnya, ini juga bukanlah hal yang aneh. Pasalnya, ruang tengah jalan menjadi ruang yang dilarang untuk disinggahi para penjaja makanan ringan ini.

Pada suatu hari, Rani pun melakukan aktivitas rutinnya itu. Namun, ia dibuat kaget. Bagaimana tidak? Harga gorengan tiba-tiba melonjak. “Padahal, saya kira gorengan bukan komoditas trading layaknya Bitcoin,” ucap Rani dalam batin.


Rani: Permisi, Bang. Mau beli gorengannya lima puluh ribu dong.

Abang Gorengan: Baik, Kak. Sesuai pesanan ya?

Rani: Yaelah, dikira pesannya dari aplikasi apa? Hmm.

Abang Gorengan: Sekarang sudah zaman serba digital dan cashless, Mbak. Kalau nggak percaya, coba tanya mereka-mereka yang kesulitan makan tiap hari. Banyak dari mereka juga cashless.

Rani: Hmm, iya ya. Bagaimana ya nasib mereka?

Abang Gorengan: Ya, gimana lagi, Mbak? Agak sulit sih kalau ketidaksetaraan ekonomi seperti ini masih jadi persisting problem in this country.


Baca Juga: ‘Goreng-gorengan’ ala Puan Maharani?

Gorengan Makanan Favorit Puan

Rani: Widih. Abang dari Jayakarta Selatan ya?

(Percakapan ringan berlanjut hingga Abang Gorengan selesai menyelesaikan pesanan Rani.)

Abang Gorengan: Ini, Mbak. Sudah selesai pesanannya.

Rani: Ini ya duitnya, Bang.

(Setelah menerima makanannya, Rani pun dibuat kaget.)

Rani: Lho, Pak. Saya kan beli lima puluh ribu. Kok dikasihnya cuma segini?

Abang Gorengan: Hmm, gimana ya, Mbak? Harga minyak goreng lagi naik nih. Katanya sih, karena harga crude palm oil lagi naik juga. Makanya, kita diminta beli minyak kemasan daripada curah.

Rani: Oh, gitu? Kalau harga CPO turun, harga gorengan juga turun lagi ya nanti?

Abang Gorengan: Belum tentu, Mbak. Kan ada supply dan demand juga gorengan itu. Kayak Pertamani tuh. Meskipun harga minyak dunia sudah turun, harga BBM juga tetap tuh. Hehe.

Rani: Ya sudah, Bang. Kalau begitu, mari kita kumpulkan massa. Saya, sebagai Ketua DPR, akan membawa aspirasi “Kaum Gorengan” ke pemerintah.

Abang Gorengan: Lho, Mbak ternyata ketua DPR? Gimana caranya supaya aspirasi kami didengar?

Rani: Pilih saya dong. Hehe.

The End.

(A43)

Baca Juga: Andika-Puan, Duet Maut yang Dinanti?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

Soal Gaji, Jurus Kamehameha Sandi

“Kau tidak akan pernah menang jika bergantung pada teknik orang lain, dan itu sangat tidak berguna bagi musuhmu”. – Son Goku PinterPolitik.com Anak-anak era 1990-an pasti...

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?