HomeCelotehRisma Siap Salam Ala Presiden?

Risma Siap Salam Ala Presiden?

Kecil Besar

“There is no higher religion than human service. To work for the common good is the greatest creed.”

– Woodrow Wilson


 PinterPolitik.com

Larangan. Kayaknya umat beragama udah kenyang dengan ini. Menambah rasa kenyang pun MUI Jawa Timur punya menu baru. Melalui imbauan dalam surat bernomor 110/MUI/JTM/2019 yang diteken oleh Ketua MUI Jawa Timur KH. Abdusshomad Buchori, umat Islam dilarang mengucapkan salam agama lain. Katanya sih bid’ah dan tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Tentunya gak semua setuju. Tengok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau biasa disapa Bu Risma. Bu Risma ini dengan jelas bilang kalo beliau gak bisa menerapkan imbauan itu. Sebagai pemimpin sudah sepatutnya dia menghormati perbedaan agama di masyarakat. Bu Risma pun menambahkan kalo warga Surabaya itu reno-reno (macam-macam) agamanya. Jadi gak mungkin diterapkan di Surabaya, yang ironisnya ibukota Jawa Timur.

Selain Bu Risma, ada juga ulama yang gak setuju. Contohnya Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii. Buya Syafii menganggap bahwa imbauan MUI Jatim tersebut itu berlebihan. Harusnya dalam masyarakat yang majemuk macam di Indonesia lebih mengutamakan Bhinneka Tunggal Ika. Cie, unity in diversity ala nusantara lah.

Ironisnya, berkaca dari sejarah para Presiden Indonesia dari zaman Soekarno sampai Jokowi, salam pun sebenarnya cukup majemuk. Presiden Soekarno baru menggunakan ucapan Assalamualaikum Wr. Wb. ketika memasuki tahun 1950-an, sebelumnya mah plural aja.

Soeharto sendiri biasanya pake salam “Hadirin yang berbahagia”. Bacharuddin Jusuf Habibie pun sebelum salam Agama Islam tak lupa menghormati hadirin sebangsa dan setanah air.

Trio Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pakemnya malah salam sejahtera. Pak Jokowi bahkan pake salam dari berbagai agama. Tentunya hal ini mengingatkan kita ketika seseorang menjadi pemimpin sangat penting untuk memuliakan semua rakyatnya.

Tuh kan bukan gak pernah dilakukan sebelumnya. Lebih tepatnya memberi salam agama lain atau salam universal sudah sering dilakukan namun tidak diperbolehkan oleh beberapa pihak.

Eh tapi, Bu Risma udah memenuhi kriteria sebagai pemimpin yang egaliter. Kayaknya Bu Risma udah siap nih kasih salam ala presiden yang mencoba mengakui masyarakat dari berbagai latar belakang, sok lah bu maju untuk Pilpres 2024. (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...