HomeCelotehRisma Punya Buzzer?

Risma Punya Buzzer?

Kecil Besar

“Word around town. She got the buzz, yeah” – Quavo, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com
Media sosial (medsos) tampaknya masih menjadi arena “pertempuran” politik meski Pilpres 2019 telah lama usai. Kini, persaingan antara cebong dan kampret mulai beralih yang mulanya berpusar pada Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beralih ke pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma).

Pasalnya nih, kabarnya, Bu Risma ini dikabarkan akan ikut meramaikan Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2022 nanti. Sontak, banyak nih para pegiat media sosial – atau buzzer – mulai “menyerbu” Bu Risma di medsos.

Beberapa mengkritik aksi-aksi beliau yang mengatur jalan merupakan pencitraan belaka. Namun, ada juga yang menganalogikan beliau seperti seekor kodok.

Hmm, tampaknya, ada yang marah tuh mendengar Bu Risma disamakan dengan kodok. Kabarnya, penghina beliau itu sampai ditangkap di Bogor dan dibawa ke Surabaya. Widih.

Akhirnya, penghina Bu Risma ini meminta maaf kepada Wali Kota Surabaya tersebut. Kabarnya sih, Bu Risma memberikan maaf tetapi tetap melanjutkan proses hukum yang tengah berjalan.

Beliau menjelaskan kalau kala itu beliau marah karena disamakan dengan kodok. Bagi Bu Risma, penghinaan yang ditujukan padanya itu sama saja juga ditujukan pada orang tua beliau.

Hmm, sensasi berita-berita ini tetap ramai dibahas tuh di medsos maupun media massa. Bu Risma akhirnya tetap aja dibanding-bandingkan dengan Pak Anies. Sikap Pak Anies soal penghinanya yang menyamakan beliau dengan tokoh Joker misalnya, disebut-sebut berbeda dengan sikap Bu Risma.

Ya, ramai-ramai seperti ini wajar sih dipenuhi oleh para buzzer di medsos. Tapi nih, uniknya, Bu Risma kayaknya juga punya buzzer yang resmi nih. Hmm, mungkin nggak sih ada buzzer resmi?

Soalnya, sebuah akun Twitter resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ikut-ikutan bikin sebuah utasan panjang lho soal pemberian maaf oleh Bu Risma. Akun bernama @BanggaSurabaya itu sampai-sampai mencuitkan kalimat demi kalimat yang dinyatakan oleh Bu Risma lho.

Hmm, iya sih kita tahu kalau Bu Risma sudah memberikan maafnya pada terduga penghina itu. Namun, akun Humas Kota Surabaya kan seharusnya menyampaikan pesan-pesan pada masyarakat mengenai kinerja Pemkot, bukan soal isu personal yang dialami oleh Bu Risma dong.

Kan, akun tersebut bisa menyampaikan hal-hal penting yang menyangkut kehidupan warganya, seperti bagaimana kabar perkembangan Bus Suroboyo dan soal peningkatan antisipasi banjir di Surabaya. Ya, kan? Apalagi, beberapa waktu lalu, Kota Pahlawan itu juga sempat terdampak banjir tuh. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?