HomeCelotehRisma Perlu “Cubit” Sri Mulyani?

Risma Perlu “Cubit” Sri Mulyani?

Kecil Besar

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) dianggap tidak mau blusukan ke Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati setelah akhiri kebijakan bantuan sosial (bansos) tunai. Apakah perlu Risma “cubit gemas” Sri Mulyani seperti yang dilakukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Susi Pudjiastuti.


PinterPolitik.com

Menyentuh bulan keempat pada tahun 2021 ini, pandemi Covid-19 tampaknya belum juga usai. Bagaimana tidak? Ketika umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 H dengan pulang ke kampung halaman (mudik), pemerintah Indonesia harus menerapkan sejumlah aturan yang membatasi pergerakan manusia yang besar itu demi mencegah penularan Covid-19.

Belum lagi, terdapat beberapa dampak buruk yang diciptakan oleh pandemi yang tak kunjung usai ini. Salah satunya adalah dampak ekonomi yang banyak menyerang kelompok kelas menengah ke bawah.

Kegiatan ekonomi pun semakin banyak berkurang. Inilah mengapa pemerintah akhirnya memberikan sejumlah stimulus ekonomi, seperti kebijakan bantuan sosial (bansos) tunai yang dijalankan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) yang kini dipimpin oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma).

Tapi nih, uniknya, meski efek yang dirasakan karena pandemi belum selesai, Bu Risma mengumumkan sebuah perubahan kebijakan pada Maret 2021 lalu, yakni dihentikannya kebijakan pemberian bansos tunai.

Sontak saja, banyak tuh kritik yang melayang. Salah satunya datang dari Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW). Kata Pak HNW nih, Bu Risma dinilai tidak mau blusukan dan menegosiasikan anggaran bansos tunai ke Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Ani) tuh.

Baca Juga: Ganjar-Risma: Duo GaRis Merah?

Blusukan Jalan Ninja Risma

Waduhnggak salah nih, Pak HNW? Bukannya Bu Risma biasanya suka tuh blusukan? Waktu beberapa hari baru dilantik sebagai Mensos, mantan Wali Kota Surabaya itu langsung lho blusukan ke banyak pojok Jakarta lho. Masa iya sekarang nggak mau blusukanHmm.

Mungkin, Bu Risma bisa tuh marahi Bu Ani. Kan, Bu Mensos paling jago tuh kalau memarahi orang. Ketika bencana alam banjir bandang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), misalnya, Bu Risma sampai marah-marah lho ke relawan bencana. Masa ke Bu Ani nggak marah-marah juga? Kan, juga demi kepentingan masyarakat tuh.

Hmm, mungkin Bu Risma perlu nih tiru gaya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Susi Pudjiastuti. Dulu tuh, kalau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) susah kebagian anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bu Susi bakal “mencubit gemas” Bu Ani lho.

Atau, mungkin, Bu Risma bisa belajar ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno nih. Soalnya nih, Bang Sandi dulu juga sempat lho blusukan ke Bu Ani dan mendapatkan anggaran untuk dana hibah pariwisata lho.

Kan, Bu Risma dan Bang Sandi kan satu angkatan tuh masuknya ke Kabinet Indonesia Maju tuhGimana nih, Bu? Blusukan di Jakarta kan nggak cuma ke bantaran Kali Ciliwung. Hehe. (A43)

Baca Juga: Mengapa Bu Risma Suka Ngegas?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?