HomeCelotehRidwan Kamil Pilih Golkar atau PAN?

Ridwan Kamil Pilih Golkar atau PAN?

Kecil Besar

“Berarti masih isu juga dong masuk ke Golkar. Kita juga mau menarik RK. Tapi masih isu, tunggu saja kepastiannya nanti,” – Yandri Susanto, Wakil Ketua Umum (Waketum) PAN


PinterPolitik.com

Sekarang ini calon pemimpin di mana-mana diperebutkan oleh partai politik (parpol). Hal itu mungkin biasa saja.

Dicalonkannya Anies Baswedan oleh Partai NasDem – kemudian juga didukung oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) – dapat menjadi salah satu contohnya.

Nah, baru-baru ini ada satu lagi sosok yang juga diperebutkan loh. Dengerdenger ada dua parpol yang sedang melirik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil untuk dijadikan kader parpol tersebut.

Dua partai yang dimaksud adalah Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN). Keduanya saling mengklaim bakal mendapatkan RK meskipun sampai saat ini RK belum pernah mengkonfirmasi di depan umum terkait parpol yang akan menjadi tempatnya bernaung.

Sedikit memberikan konteks, isu RK akan bergabung ke parpol bukan hal yang baru. Sejak jauh hari, RK sudah menyampaikan keinginan itu.

image 57
Dia Milikku, Bukan Milikmu~

Anyway, RK merupakan salah satu tokoh yang kerap masuk dalam survei tokoh favorit masyarakat sebagai calon presiden di 2024. Dia konsisten berada di lima besar tokoh dengan elektabilitas tertinggi.

Elektabilitas yang tinggi menjadi daya tawar dan alasan paling masuk akal kenapa RK diperebutkan.

Pencetus Ilmu Ekonomi modern Adam Smith pernah menjelaskan persoalan kualitas yang diperebutkan. Dia berdiri di atas asumsi bahwa suatu barang yang dinilai banyak orang berkualitas akan menjadi magnet tersendiri.

Nah, kan dua Golkar dan PAN merupakan dua partai yang saat ini sudah tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Kok jadi bersaing merebut RK ya?

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Dalam literatur ilmu psikologi, perebutan dua pihak yang merupakan satu asosiasi menjadi sebuah fenomena tersendiri. Asosiasi yang dimaksud bisa jadi keluarga yang merupakan “kelompok akrab”, ataupun sebuah perkumpulan yang biasa diistilahkan “kelompok dekat”.

Ray Corsini dalam bukunya The Dictionary of Psychology mengidentifikasi fenomena ini dengan istilah sibling rivalry – sebuah kompetisi antar saudara kandung yang diwarnai oleh rasa iri, cemburu, dan persaingan.

Persaingan ini juga dapat diartikan sebagai cara untuk membuktikan sesuatu, seperti menjadi yang paling berprestasi, dan semacam pengakuan dari berbagai pihak.

Melihat drama politik ini, kita seakan diajak untuk menempatkan posisi RK sebagai orang yang diperebutkan oleh Golkar dan PAN. Namun, perlu kita ingat kalau politik layaknya sebuah drama yang juga biasanya punya twist tersendiri dari sebuah cerita.

Sederhananya seperti ini, dalam dunia drama atau seni panggung, ketika merencanakan plot twist, seorang penulis dengan sengaja membuat sebuah detail yang menyesatkan.

Menggiring pembaca mengira arahnya ke A ternyata ke B, membiarkan pembaca menduga ending-nya A ternyata B, plot twist berhasil jika pembaca terkejut, tak menduga, terperdaya, atau tertipu.

By the way, posisi RK yang berada di antara Golkar dan PAN ini kok lebih mirip dengan lagu reggae dari Cozy Republik yang berjudul “Hitam Putih” dengan liriknya yang berbunyi:

Yang hitam, pacarku yang pertama

Dia cantik dan kaya

Sangat manja padaku

Yang putih, pacarku yang kedua

Juga cantik dan kaya

Cinta mati padaku

Aku tak tahu yang mana musti kupilih

Dua duanya sama cantik dan kaya

Daripada aku bingung, bingung pusing memikirkan

Aku pacari saja dua duanya

Hmm, apa mungkin karena bingung memilih, akhirnya RK tidak jadi kader kedua partai tersebut. Ya, mirip-mirip dengan apa yang dilakukan Anies lah, tidak jadi kader bisa lebih adil dan bisa diusung oleh siapa saja. Hehehe.  (I76)

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Politik, Arsitektur dan Ibu Kota Baru | One Step Closer with Ridwan Kamil
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...