HomeCelotehRelawan Jokowi Harusnya Kritik DPR

Relawan Jokowi Harusnya Kritik DPR

Kecil Besar

“(Tindakan yang dipersangkakan) cyber bullying karena narasumber tidak hadir kemudian diwawancarai dan dijadikan parodi. Parodi itu suatu tindakan yang tidak boleh dilakukan kepada pejabat negara, khususnya menteri”. – Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto


PinterPolitik.com

Aksi Relawan Jokowi Bersatu yang melaporkan presenter Najwa Shihab ke polisi karena memparodikan wawancara kursi kosong terhadap Menkes Terawan Agus Putranto, mendatangkan komentar dari berbagai pihak.

Setelah sebelumnya kepolisian disebut menolak laporan tersebut dan mempersilakan pelapor untuk menggunakan jalur aduan lewat Dewan Pers, kini muncul dukungan dari partai-partai pendukung Jokowi terhadap Mbak Nana – sapaan akrab Najwa Shihab.

PPP misalnya, menyebutkan bahwa relawan tak perlu melaporkan Nana karena Menkes Terawan tidak marah dengan aksi tersebut. Sehingga, aksi pelaporan tersebut tidak perlu dilakukan. Adapun Silvia sebagai pelapor sempat menyebutkan bahwa pihaknya tergerak untuk melaporkan Nanakarena Menteri Terawan adalah representasi Presiden Jokowi.

Hmm, jadi membela Pak Jokowi dengan cara melaporkan Mbak Nana ke polisi?

Justru wawancara kursi kosong yang dilakukan oleh Mbak Nana ini sudah menjadi praktik jurnalisme yang lazim karena sempat pula dilakukan oleh media-media besar di dunia.

Misalnya Kay Burley dari Sky News yang mewawancarai kursi kosong sebagai kritik terhadap Ketua Partai Konservatif, James Cleverly. Lalu ada Piers Morgan dari CNN  terhadap politikus Partai Republik, Todd Akin. Kemudian ada Lawrence O’Donnell dari MSNBC dalam program Last Word. Sementara Andrew Neil dari BBC pernah melakukannya terhadap calon Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson – yang kini sudah menjabat sebagai Perdana Menteri.

Justru, kalau mau fair dan bicara ketersinggungan atas kursi kosong, harusnya yang dilaporkan oleh relawan Jokowi adalah DPR. Ya, soalnya sering banget kan kursi-kursi di gedung DPR itu kosong akibat anggotanya bolos sidang. Itu menghina rakyat loh yang sudah memilih mereka, tetapi suaranya diabaikan. Uppps.

Baca juga :  Jokowi: Saya akan Lawan! Part 2

Apalagi, sekarang DPR bikin produk hukum bernama UU Cipta Kerja yang justru mendatangkan polemik di masyarakat. Aksi-aksi demonstrasi buruh di berbagai daerah adalah contohnya. Kan, jadi ketahuan DPR nggak memperhitungkan dampak buruk ketika UU ini disahkan begitu saja.

Jadi mending relawan Jokowi laporin DPR aja. Biar nggak dicap pakai peribahasa: “Kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak”. Uppps. (S13)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...