HomeCelotehRayuan Demokrat Bikin KIB Baper?

Rayuan Demokrat Bikin KIB Baper?

Kecil Besar

Beberapa waktu lalu, Partai Demokrat melalui Deputi Analisa Data dan Informasi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahria Nasution mengajak Partai Golkar untuk bekerja sama dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meski belum sempat terealisasi, dua partai yang sebelumnya sudah berkoalisi dengan Golkar di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) – yakni PPP dan PAN – bereaksi terhadap ‘rayuan’ Demokrat.


PinterPolitik.com

“Semula ku tak tahu engkau juga kan ingin memilikinya. Bukankah ku lebih dulu?vBila engkau teman, sebaiknya tak mengganggu” – Yovie & Nuno, “Dia Milikku” (2007)

Wacana kerja sama antara Partai Demokrat dan Partai Golkar ternyata memancing reaksi dari dua partai yang saat ini tengah menjalin koalisi dengan partai berlambang pohon beringin ini. Adapun PPP dan PAN melalui kadernya yaitu Arsul Sani dan Saleh Partaonan Daulay menyindir Demokrat. 

Intinya, kedua partai ini tidak setuju dengan adanya wacana koalisi antara Golkar dan Demokrat. Penolakan terhadap ajakan Demokrat juga diperlihatkan oleh Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily yang mengatakan jika pihaknya sulit untuk meninggalkan KIB. 

Meski demikian, bukan berarti Golkar bersama dua partai lainnya menutup ‘pintu’ bagi Demokrat untuk bergabung bersama KIB. Hal ini pula yang diutarakan oleh PPP dan PAN ketika menanggapi ajakan Demokrat terhadap Golkar. 

Hmm, kalau dilihat-lihat PPP-PAN kok seperti ‘risih’ ya melihat Golkar didekati oleh Demokrat. Ya, mungkin ini seperti seseorang yang cemburu ketika kekasihnya tengah didekati oleh orang lain. 

Menurut Peter Hobson dan Harris C.R dalam artikel berjudul Jealousy as a Specific Emotion: The Dynamic Functional Model karya Mingi Chung dan Christine R Harris, dijelaskan jika cemburu (jealousy) itu muncul karena adanya potensi jika ada upaya menarik perhatian dari pihak lain terhadap seseorang yang dicintai. Hal ini dinilai bisa menjadi ancaman yaitu berujung pada berakhirnya sebuah hubungan yang sudah dijalin. 

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?
Duet Anies AHY Berat

Wah, jangan-jangan PPP dan PAN merasa jika ajakan Demokrat terhadap Golkar bisa berujung pada sebuah ‘akhir’ yang memilukan – misal bisa berujung pada bubarnya KIB. Wajar saja sih kalau PPP dan PAN khawatir bila Golkar berpaling kepada Demokrat. 

Secara persentase, menurut hasil Pemilu 2019, Golkar berhasil menguasai 85 kursi di parlemen atau 12,31 persen suara. Nah, kalau mengacu pada aturan untuk mencalonkan presiden, ambang batas yang harus dicapai adalah 20 persen. 

Well, bayangkan saja jika Golkar pergi dari KIB dan meninggalkan PPP dan PAN apalagi dengan kondisi keduanya yang memiliki persentase rendah yaitu masing-masing 4,52 persen dan 6,84 persen. Nah, wajar saja kalau keduanya ‘cemburu’ bila Golkar yang memiliki kekuatan besar ini didekati pihak luar koalisi seperti Demokrat. 

Hmm, mungkin Demokrat menerapkan strategi perang ala Sun Tzu dalam bukunya yang berjudul Art of War. Salah satu strateginya yaitu ‘Kepung Wei untuk Menyelamatkan Zhao’ yang menjelaskan jika ingin mengalahkan musuh maka seranglah titik lemahnya. 

Hal ini akan mempengaruhi moral dan psikologis musuh sehingga peluang mengalahkannya cukup besar. Wah, kalau dilihat-lihat bisa jadi Demokrat menerapkan cara ini karena di atas kertas Golkar merupakan partai yang paling kuat karena memiliki 12,31 persen suara di parlemen. 

Jadi wajar kalau PPP dan PAN merasakan api cemburu ketika Golkar didekati oleh Demokrat. Bagaimana tidak? Sepertinya mereka sudah merasa memiliki seperti sepenggal lirik dalam lagunya Yovie & Nuno yang berjudul “Dia Milikku” (2007) seperti di awal tulisan. (G69)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Surya Paloh Cemburu ke Prabowo?

NasDem persoalkan komentar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto karena dukung Anies di 2024. PDIP dianggap beda sikap bila terhadap Prabowo.

Airlangga Abaikan Giring?

PSI telah mendeklarasikan akan mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Mengapa Giring belum juga tawarkan Ganjar ke Airlangga?

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.