HomeCelotehPuan Dilindungi "Garis Tangan"?

Puan Dilindungi “Garis Tangan”?

Kecil Besar

“Mbak Puan kok enggak deg-degan? Kenapa deg-degan? Urusan calon presiden itu ada di garis tangan, 270 (juta) orang pengen jadi presiden semua. Yang jadi cuma satu,” – Puan Maharani, Ketua DPR RI


PinterPolitik.com

Beberapa waktu lalu, Ketua DPR RI Puan Maharani mengakui kalau tidak terlalu ambil pusing persoalan calon presiden (capres) yang akan dipilih oleh partainya, yakni PDIP.

Puan mempercayai urusan capres sudah ada di garis tangan. Sebab, mereka terpilih satu dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia. Artinya, jika bukan karena garis tangan, hal itu mustahil untuk terjadi.

Puan juga menyebut PDIP merupakan partai besar. Oleh karena itu, tidak mungkin PDIP tidak memiliki stok kader partai yang tak bisa dicalonkan sebagai capres.

image 42
Antara Garis Tangan & Campur Tangan?

Anyway, pernyataan Puan soal garis tangan menjadi perbincangan dan dapat atensi sebagian masyarakat. Ada yang menafsirkan sebagai kiasan. Ada pula yang secara serius memahami kalau Puan percaya garis tangan.

Jika kita menelusuri sejarah pembacaan garis tangan, kita akan dihadapkan dengan istilah chiromancy atau biasa disebut juga palmistry, yakni sebuah praktik mengevaluasi karakter seseorang atau kehidupan masa depan dengan membaca garis tangan.

Para palm reader, atau pembaca garis tangan, membaca dan menganalisis kepribadian serta perilaku seseorang. Mereka memberikan perkiraan masa depan seseorang berdasarkan perilaku dan kebiasaannya.

Michael Scotts dalam bukunya yang berjudul De Physiognomy menyebutkan bahwa palmistry bukanlah praktik baru dalam masyarakat dunia. Diduga palmistry awalnya dimulai dari negara-negara Timur – kemudian berkembang ke arah Barat yang kemudian dipelajari oleh bangsa Eropa.

Bahkan, diketahui bahwa literatur India dari tahun 2000 SM dan artikel Aristoteles dari tahun 384-322 SM ternyata telah mengenal palmistry.

Di sisi lain, jika kita melirik ke dunia administrasi publik, konon kaisar-kaisar Tiongkok menggunakan sidik jari jempolnya sebagai pengesahan dokumen kerajaan. Sidik jari jempol terjadi sejak ribuan tahun lalu itu kini menjadi cikal-bakal pemakaian sidik jari dalam dokumentasi resmi pemerintahan.

Baca juga :  Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Kemudian, pada abad ke-17, bermunculan berbagai buku tentang palmistry. Namun, buku-buku yang beredar di masa itu lebih berbau mistis, tanpa penjelasan ilmiah. Maka, tak heran jika banyak yang menganggap rendah palmistry.

Namun, jika kita mencoba melihat sisi rasionalisasi dari palmistry, kita dapat melihat kalau praktik ini sebenarnya bukan untuk meramalkan peristiwa di masa depan, melainkan untuk melihat analisa SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats) – yakni sebuah cara untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang pernah dihadapi, sedang, atau akan dihadapi seseorang dalam hidupnya.

Nah, kembali ke konteks Puan yang menyerahkan semuanya ke garis tangan, mungkin Puan punya rasionalisasi di balik ungkapan itu. Bisa jadi, ia telah menggunakan analisis SWOT dan percaya jika PDIP nantinya akan memilihnya. Atau, jangan-jangan yang dimaksud Puan itu bukan berharap garis tangan tapi “campur tangan” dari trah Soekarno? Uppsss. Hehehe. (I76)


Kenapa PDIP Ngotot Usung Puan?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...