HomeCelotehPSI dan Usaha Warung Kelontong

PSI dan Usaha Warung Kelontong

Kecil Besar

Sejumlah partai politik โ€“ termasuk PSI โ€“ memutuskan untuk menjual minyak goreng kepada masyarakat dengan harga lebih murah di tengah kelangkaan komoditas tersebut. Apakah ini usaha warung kelontong ala partai-partai politik?


PinterPolitik.com

Namanya juga usaha, yang penting halal. Kata-kata ini merupakan ungkapan yang mudah ditemukan di masyarakat negeri Nusantara dalam alternate universe Bumi-45. Meski kerap digunakan sebagai justifikasi untuk membuka sebuah usaha ekonomi yang tengah dibangun, ungkapan populer ini ada benarnya juga.

Setidaknya, inilah yang mungkin dirasakan oleh Paijo, Suherman, dan Indro. Mereka merupakan warga biasa yang doyan isu-isu politik. Hal yang unik dari mereka adalah upayanya untuk tidak pernah menyerah, seperti dengan membuka sebuah usaha warung kelontong yang dinamai โ€œWarung PSIโ€ โ€“ sebuah singkatan dari nama mereka sendiri.

Di saat-saat tertentu, Warung PSI yang mereka rintis mengalami sebuah fenomena yang biasa disebut oleh warga negeri Nusantara sebagai โ€œdurian runtuhโ€. Bagaimana tidak? Dengan stok minyak goreng yang masih melimpah, ternyata kelangkaan komoditas satu ini terjadi di negeri Nusantara.

Padahal, minyak goreng merupakan salah satu bahan pangan yang paling dibutuhkan oleh warga negeri Nusantara โ€“ tentunya bukan untuk diminum. Bahan pangan ini biasa digunakan untuk membuat sajian-sajian paling disukai oleh masyarakat negeri ini, yakni gorengan.

Betapa tidak, hampir semua orang makan sajian gorengan โ€“ mulai dari masyarakat lapisan bawah hingga lapisan langit. Salah satunya adalah pejabat bernama Puwan Maharini yang terkenal doyan mampir ke warung dan angkringan.

Terlepas dari kesukaan warga negeri ini atas sajian tersebut, kesempatan menguntungkan ini dimanfaatkan oleh Paijo, Suherman, dan Indro. Bagaimana pun juga, kesuksesan โ€œbisnisโ€ biasanya datang di tengah kesempatan seperti ini.

Baca juga :  Strategi โ€œGajahโ€ Kaesang masuk Pesantren ?

Mereka pun menjajakan minyak goreng dengan harga promo alias diskon. Dari yang mulanya berharga NAR11.000 hingga NAR14.000, mereka memasang harga minyak goreng mereka hanya dengan angka NAR10.000.

Sontak saja, para warga negeri Nusantara yang doyan promo langsung mengerubungi Warung PSI yang letaknya ada di Kabupaten Bekasi tersebut. Keramaian pun tercipta โ€“ meskipun akhirnya protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi menjadi terabaikan.

Panji: Iya, Bu. Satu satu ya. Antri dulu.

Warga 1: Bang, bang. Promo-nya ini pakai apa ya pembayarannya? Pakai Gopek, Opo, SyopiPe, atau apa ya, Bang?

Suherman: Langsung bayar aja, Bu. Pakai aplikasi apapun harganya sama.

Warga 2: Wah, asyik nih. Promo-nya nggak bersyarat.

Indro: Waduh, kata siapa nggak bersyarat? Itu ada tulisannya kecil di pojok. Tulisannya, โ€œSyarat dan ketentuan berlaku.โ€

Warga 1: Hmm, kirain nggak ada syaratnya. Lah, ini malah ada ketentuan juga ternyata.

Warga 2: Syaratnya apa, Bang?

Panji: Mudah kok syaratnya.

Suherman: Iya, mudah kok. Apa syaratnya, Ndro?

Indro: Syaratnya hanya satu. Jangan lupa vote kita jadi Warung Favorit ya di tahun 2024.

Warga 1 & 2: Waduh!

The End.

(A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

โ€œKita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-samaโ€ โ€“ Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapresย di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

Keluarga Fahri โ€˜Terlatihโ€™?

โ€œDengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.โ€ ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia?ย 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit?ย 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?ย