HomeCelotehPSI, "Adik-adikan" PDIP?

PSI, “Adik-adikan” PDIP?

Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. Tidak hanya itu, Grace juga menganalogikan PSI sebagai “adik” dari PDIP.


PinterPolitik.com

“Hey, soul sister. I don’t wanna miss a single thing you do” – Train, “Hey, Soul Sister” (2009)

Seorang musisi bernama Fiersa Bersari pernah ngetweet tahun 2019 silam. “Abang-abangan dan adik-adikan adalah jebakan batman yang terorganisir secara presisi dan sistematik,” ujar Fiersa.

Sebenarnya, pernyataan ini adalah pernyataan yang menarik – mengingat kicauan itu datang pada tahun 2019. Kalau diingat-ingat kembali, kata sistematik juga kerap digunakan dalam diskursus politik – khususnya terkait dugaan kecurangan Pemilhan Umum (Pemilu) 2019.

Namun, bukan poin itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Poin yang menarik dan bukan hanya terjadi di tahun 2019 adalah istilah “abang-abangan”, “mas-masan”, atau “adik-adikan”.

Iya, istilah-istilah ini sebenarnya kerap terdengar di lingkungan sekolah dan kuliah – seakan-akan menjadi sebuah hubungan atau kedekatan yang wajar. Kerap kali, istilah ini menggambarkan hubungan yang sangat dekat di antara dua orang – layaknya pacaran tapi ternyata bukan.

Nggak jarang, akhirnya salah satu pihak memiliki perasaan yang tumbuh terhadap individu lainnya. Kadang, ada yang perasaannya terbalas. Namun, ada juga yang tidak terbalas dan menyisakan rasa-rasa awkward bila diungkapkan.

Mungkin, hubungan “adik-adikan” seperti ini tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, melainkan juga di dunia politik. Gimana nggak? Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie beberapa waktu lalu menyatakan maaf kepada Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri.

PSI Adik PDIP

Lho, kenapa toh? Ternyata, oh, ternyata, Grace yang mengklaim PSI adalah “adik” PDIP merasa tersindir oleh pidato Megawati di peringatan HUT PDIP ke-50. Intinya sih, Bu Mega mempertanyakan partai politik (parpol) yang malah mencalonkan kader partai lain.

Baca juga :  Mungkinkah Prabowo Tanpa Oposisi?

Hmm, kenapa ya PSI malah ngerasa tersindir? Nah, kalau kita ingat-ingat kembali, PSI pada Oktober 2022 kemarin mengumumkan untuk mengusung pasangan bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres), yakni Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Yenny Wahid.

Padahal nih, kita semua tahu, kan, kalau Pak Ganjar adalah kader PDIP. Hmm, tapi nih, kenapa ya kok PSI sempat ingin mencalonkan Ganjar jadi capres?

Mengacu pada buku Saiful Mujani, R. William Liddle, dan Kuskridho Ambardi yang berjudul Voting Behavior in Indonesia Since Democratization: Critical Democrats, perilaku pemilih dalam Pemilu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah party identification (Party ID) yang membuat para pemilih merasa cocok dengan parpol yang mereka sukai.

Setiap parpol memiliki Party ID yang berbeda-beda. Namun, dalam kasus PDIP dan PSI, mereka memiliki Party ID yang bisa dibilang mirip antara satu sama lain – mulai dari warna, agenda, cara pandang, lambang, dan sebagainya.

Jelas aja, deklarasi PSI untuk mengusung Ganjar merupakan ancaman terhadap PDIP. Secara nggak langsung juga, kalau Ganjar bener-an pindah ke PSI untuk maju jadi capres di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, pilihan Bu Mega untuk capres yang diusung PDIP pun menjadi semakin terbatas.

Hmm, terlepas dari dinamika politik ini, mungkin, PSI sebagai “adik” ingin mencontoh apa yang dilakukan si “kakak” ya, yakni PDIP. Karena itu, akhirnya, PSI berusaha menjadi mirip kayak PDIP. Ya, pokoknya, jangan pada baper (bawa perasaan) lah ya di hubungan “adik-adikan” ini. Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

More Stories

Megawati dan Misteri Patung Butet

Butet Kertaredjasa membuat patung “Melik Nggendong Lali” dan tarik perhatian Megawati. Mengapa patung itu berkaitan dengan PDIP dan Jokowi?

Mengapa TikTok Penting untuk Palestina?

Dari platform media sosial (medsos) yang hanya dikenal sebagai wadah video joget, kini TikTok punya peran krusial terkait konflik Palestina-Israel.

Apa Siasat Luhut di Kewarganegaran Ganda?

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan agar kewarganegaraan ganda untuk diaspora Indonesia diperbolehkan. Apa rugi dan untungnya?