HomeCelotehPrabowo Dapat “Giveaway” RK?

Prabowo Dapat “Giveaway” RK?

Kecil Besar

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menerima cinderamata dari Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil berupa batik yang didesainnya sendiri. Apakah ini bentuk giveaway dari RK?


PinterPolitik.com

Dunia maya memang kini merupakan dunia yang ramai. Bahkan, mungkin nih, bisa aja lebih ramai dibandingkan dunia nyata. Gimana nggak? Semakin ke sini, semakin banyak orang menggunakan gawai untuk bermedia sosial (medsos) guna terhubung dengan satu sama lain tanpa batas tempat dan waktu.

Mungkin, inilah mengapa akhirnya banyak orang menilai bahwa internet dan medsos telah mengubah peradaban manusia untuk selamanya. Kalau kalian nonton film dokumenter yang berjudul The Social Dilemma (2020) nih, ada lho yang bilang kalau medsos kini telah merusak kain sosial yang menyatukan benang satu dengan benang-benang lainnya. Lama-lama, bisa robek tuh.

Ya, terlepas dari segala kekurangannya, medsos dan internet sebenarnya telah memberikan manfaat dan kesempatan juga sih buat banyak orang. Influencers, misalnya, kini menjadi semacam selebriti baru di jejaring maya ini.

Banyak dari mereka akhirnya bisa menjadi media iklan baru yang digunakan untuk mempromosikan produk-produk baru. Berbagai teknik dan strategi pun digunakan. Salah satunya adalah giveaway.

Sebenarnya sihgiveaway ini adalah teknik pemasaran yang dilakukan dengan membagi-bagikan hadiah. Sederhananya, hadiah yang diberikan adalah bentuk hadiah promosi yang sering kali berupa produk itu sendiri.

Nah, mungkin nih, teknik inilah yang akhirnya digunakan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil. Gimana nggak? Beberapa waktu lalu, Kang Emil terlihat mengunggah sejumlah foto anggota-anggota boyband asal Korea Selatan, SuperJunior, yang berpose sembari menggunakan batik yang didesain Gubernur Jabar tersebut.

Baca juga :  Menyikap Tubir Milbus

Baca Juga: Balapan Prabowo, Ganjar, Anies, dan RK

Giliran Prabowo Dikunjungi RK

Selain ke anggota-anggota SuperJunior, batik desainnya Kang Emil ini ternyata juga di-giveaway-kan ke pejabat dan politikus lain lho. Salah satunya adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

Wah wah, apakah ini jadi ajang giveaway yang promosikan batik ala Kang Emil ya? Hmm, kira-kira, kapan nih Pak Prabowo tampil mengenakan batik yang didesain Pak RK? Barang kali, bisa lebih stunning dibandingkan anggota-anggota SuperJunior. Hehe.

Uniknya lagi nihgiveaway antara Kang Emil dan Pak Prabowo ini nggak hanya dilakukan satu arah lho. Pak Menhan kala bertemu Gubernur Jabar tersebut juga memberikan sebuah hadiah, yakni sebuah buku yang membahas perihal kepemimpinan militer.

Wah wah, apakah ini juga jadi ajang promosi dari Pak Prabowo ya? Barang kali, dengan melihat Kang Emil membaca buku tersebut, jadi banyak anak-anak muda followers RK yang tertarik untuk mendaftar komponen cadangan (Komcad) tuhHehe.

Ya, terlepas dari itu semua, mungkin ini menjadi cara bagi Kang Emil dan Pak Prabowo untuk saling berbagi. Kang Emil bisa belajar militer dari Pak Prabowo, sedangkan Pak Prabowo bisa belajar kepada Kang Emil agar bisa lebih nyeniHmm.

Tapi nih, sering kali, banyak lho orang yang menduga giveaway yang biasa dilakukan influencers adalah setting-an. Hmm, kira-kira, setting-an apa ya? Apa bakal ada nih setting-an untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024? Ahmimin nggak mau ngejudgeahHehe. (A43)

Baca Juga: Prabowo Jadi Bapak Online?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Baca juga :  Komprador Gurita Batu Bara

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?