HomeCelotehPDIP Kena Kutukan KPK?

PDIP Kena Kutukan KPK?

Kecil Besar

“This curse will last till the end of time. No power on Earth can change it” – Maleficent, Maleficent (2014)


PinterPolitik.com

Awal tahun 2020 ini mungkin menjadi momen yang sangat berarti bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana tidak? Komisi antirasuah yang kini dipimpin oleh Firli Bahuri dan kawan-kawannya ini lagi gencar-gencarnya ngejalanin operasi-operasi tangkap tangan (OTT).

Setelah melakukan OTT terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, KPK juga tengah berupaya mengungkap kasus suap yang melibatkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan dan beberapa kader PDIP, seperti Harun Masiku.

Ulah lembaga antirasuah ini tentu saja meramaikan suasana politik di Indonesia. Pasalnya, PDIP sendiri sedang sibuk-sibuknya menjalankan agenda-agenda besarnya.

Saking terganggunya, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat sampai-sampai mengeluh lho. Beliau mempertanyakan nasib PDIP yang selalu dihantui oleh OTT KPK setiap ada agenda besar, seperti kongres dan rapat kerja nasional (rakernas).

Hmm, kasihan juga sih. Pasalnya, kalau diingat-ingat lagi, pada Kongres IV PDIP 2015, KPK pernah menangkap kader yang bernama Ardiansyah. Empat tahun kemudian, kongres partai banteng ini juga tercoreng oleh OTT KPK yang menangkap I Nyoman Dhamantra. Kali ini, di tengah-tengah Rakernas, KPK mengungkap adanya dugaan kasus suap pergantian antar-waktu (PAW).

Waduh, apa jangan-jangan PDIP kena kutukannya KPK nih? Masa iya berkali-kali kena kasus ketika ada hajatan-hajatan besar?

Wah, kalau ngomongin soal kutukan, jadi ingat film Maleficent (2014) nih. Soalnya nih, di film itu, ada seorang gadis yang bernama Aurora yang dikutuk oleh Maleficent bahwa ia akan menjadi putri tidur pada usia 16 tahun.

Kutukannya bakal berlaku apabila Aurora memegang jarum yang ada di mesin pemintal. Maka dari itu, ayah Aurora sebaga raja memerintah untuk mengumpulkan dan menyembunyikan mesin-mesin pemintal yang ada di seantero negara.

Eits, tenang dulu. Belum tentu PDIP kena kutukan. Soalnya, kalau kata Pak Djarot, OTT berturut-turut ini terjadi karena adanya politisasi hukum.

Lha, bukannya kemarin ada revisi Undang-Undang (UU) KPK itu karena ada dugaan politisasi? Kok sekarang tetap saja dianggap ada politisasi walaupun revisinya udah berlaku?

Atau jangan-jangan, seperti kisah Aurora, kutukan itu tetap saja datang meski udah disembunyiin?

Ya, apapun yang terjadi bisa diambil lah hikmahnya. Mungkin, dari adanya revisi UU KPK itu, seenggaknya masih ada yang bisa ngawasin KPK lah ya. Hikmah “sedia payung sebelum hujan” misalnya, bisa diamalkan sebelum penggeledahan. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

Menteri Cantik Jokowi, Siapa Dilirik?

Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan kubu politiknya sempat mengungkapkan keinginannya untuk mencari menteri yang berusia muda dan cantik. Keinginan tersebut bisa saja berkaitan dengan...

More Stories

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?

Di Balik Mekarnya Citra Habibie

Tanggal 25 Juni dikenang sebagai hari lahir Habibie. Citranya kian harum meski telah tiada. Apa rahasia di balik reputasi yang tak pernah layu itu?