HomeCelotehPDIP-Jokowi Mulai Pecah Kongsi?

PDIP-Jokowi Mulai Pecah Kongsi?

Kecil Besar

“Jelas tidak setuju baik sebagai pribadi, sebagai fraksi PDIP, maupun sebagai Komisi IX. Itu kan sudah melalui tahapan rapat berkali-kali, yang melibatkan rapat gabungan, bahkan pernah dipimpin oleh Ketua DPR Mbak Puan, semua menolak kenaikan BPJS dan diserahkan ke pemerintah”. – Ribka Tjiptaning Proletariyati, Anggota Komisi IX Fraksi PDIP


PinterPolitik.com

Tidak ada kawan dan lawan yang abadi di dunia ini. Yang abadi hanyalah kepentingan. Demikianlah kata-kata fenomenal yang pernah diucapkan oleh negarawan Inggris, Henry John Temple.

Hmm, mungkin itu yang terjadi sama Pak Prabowo Subianto dan Ibu Megawati Soekarnoputri dulu ya. Pas Pipres 2009 keduanya berpasangan dan jadi teman sehati dalam politik. Eh, pas Pilpres 2014 keduanya malah berlawanan.

Bahkan, partainya Pak Prabowo, Gerindra, sempat nuduh Bu Mega “berkhianat”. Duh, ngeri kali tuduhannya. Sama kayak tuduhan mantan yang diselingkuhin gitu ya. Uppps.

Setelah Pak Jokowi menang lagi di Pilpres 2019 untuk periode kedua, Bu Mega sama Pak Prabowo kini kongsi lagi nih dengan sama-sama ada dalam pemerintahan. Hmm, mesra banget deh. Hehehe.

Nah, drama perselingkuhan – eh maksudnya pertemanan yang retak – itu nampaknya kini mulai terjadi lagi nih. Tapi kali ini antara kubunya Bu Mega, yaitu PDIP, dengan Pak Jokowi.

Penyebabnya adalah kebijakan Pak Jokowi yang nekat lagi kembali ngeluarin aturan untuk menaikkan iuran BPJS. Kan aturan kenaikan itu sebelumnya sempat tuh dikeluarin oleh Pak Jokowi. Tapi, udah dianulir oleh Mahkamah Agung (MA).

Nah, Pak Jokowi malah bikin baru lagi aturan kenaikan tersebut. Akibatnya, hampir semua pihak “nyerang” sang presiden. Baik partai yang jadi oposisi, maupun yang ada di pemerintahan.

Salah satunya adalah partai pendukung utama Pak Jokowi, yakni PDIP. Beberapa kader PDIP, misalnya Bu Ribka Tjiptaning Proletariyati, menolak dengan tegas aturan tersebut. Wih, namanya keren, Proletariyati. Mewakili banget suara masyarakat bawah dan kaum buruh alias proletar. Upps.

Tapi emang sih, buat yang belum tahu, Bu Ribka ini pernah nulis buku yang berjudul Aku Bangga Jadi Anak PKI. Orang tua doi emang jadi bagian dari PKI. Makanya mungkin itu jadi inspirasi anaknya dinamain seperti itu.

Yang jelas, emang Bu Ribka dan PDIP udah memposisikan diri sebagai politisi dan partai yang mewakili suara wong cilik – begitu identitas PDIP yang selalu digembar-gemborkan saat kampanye.

Cuma, hal yang bikin menarik adalah konteks kritik tersebut. Kan kalau sebagai partai pemerintah dengan kadernya menjabat sebagai pemimpin tertinggi di negara ini, harusnya didukung kebijakan-kebijakannya. Bukannya malah dikritik.

Makanya, nggak heran banyak yang berspekulasi bahwa hubungan Pak Jokowi dan PDIP itu kayak suami istri pencitraan yang kalau di depan tetangga dan warga terlihat rukun dan mesra. Tapi di rumah setiap hari berantem mulu. Piring-piring di dapur kayaknya udah pecah semua. Upppss. Hehehe.

Banyak lah contohnya, mulai dari zaman “Petugas Partai”, hingga soal pemilihan menteri dan lain sebagainya.

Semoga deh Pak Jokowi dan PDIP bisa mencari solusi untuk masalah ini. Soalnya, di satu sisi kenaikan iuran BPJS itu penting untuk tetap menjamin layanan tersebut bisa dinikmati masyarakat dengan cukup. Sementara pada saat yang sama, sekarang ini sedang ada Covid-19 di mana ekonomi masyarakat anjlok.

Duh, emang maju kena mundur kena ini namanya. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.