HomeCelotehNasDem Cabut, Jokowi Goyang?

NasDem Cabut, Jokowi Goyang?

Kecil Besar

“Kalau pun Jokowi mendepak NasDem, hal itu akan dilakukannya pada momentum yang tepat. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat tidak mengaitkan reshuffle kabinet karena NasDem mengusung Anies jadi capres,” – Jamiluddin Ritonga, pengamat politik dari Universitas Esa Unggul


PinterPolitik.com

Berhembus kabar hubungan yang selama ini terjalin antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Partai NasDem mulai tegang – setelah deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang dianggap sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap koalisi pemerintah saat ini. 

Merespons hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menawarkan indikator untuk melihat apakah benar hubungan kedua benar-benar tegang atau tidak. 

Jamiluddin menilai indikator yang bisa digunakan atas rumor tersebut adalah reshuffle kabinet. Jika Jokowi melakukan perombakan terhadap menteri-menteri dari NasDem, maka hal itu menjadi pertanda hubungan keduanya tegang. 

Bagi keduanya, memilih untuk mengambil keputusan berpisah akan begitu berat karena kita tahu peran NasDem – khususnya Ketua Umum (Ketum) NasDem Surya Paloh – yang begitu besar dalam mengantarkan Jokowi menjadi presiden. 

Sementara, Jokowi juga perlu mempertimbangkan keseimbangan pemerintahan menjelang akhir masa jabatannya. Bayangkan jika koalisi retak, maka keseimbangan kabinet tentunya akan terganggu. 

Meskipun reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden, jika dilakukan tanpa alasan yang jelas dan logika yang terukur, akan memunculkan antipati dari masyarakat. 

Perlu diakui, kalau selama ini kabinet masih efektif meski kritik begitu deras dari oposisi yang berdengung melalui media sosial (medsos) dan gerakan demonstrasi yang menentang dan memprotes kebijakan pemerintah Jokowi. 

Nah, pada titik ini, Jokowi rasanya akan mempertimbangkan rasionalitas dibandingkan ikut dalam hasutan untuk berkonflik dengan NasDem. 

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Apalagi, sebagai seorang politisi yang mempraktikkan pola politik Jawa, Jokowi tentu akan melihat bahwa realitas politik lebih ideal jika tetap harmonis atau seimbang. Kepercayaan akan filosofi Jawa yang merupakan pengalaman pribadinya turut berperan dalam mengambil keputusan politik.

image 4
Koalisi NasDem-Demokrat-PKS Bisa Bubar?

Fritz Heider dalam bukunya The Psychology of Interpersonal Relations melihat relasi psikologis – seperti pengalaman akan aturan budaya maupun aturan kelompok akrab seperti keluarga – mampu menciptakan sudut pandang sosial tersendiri bagi seorang individu. 

Lebih lanjut, Haider meyakini bahwa setiap manusia memiliki kecenderungan untuk menyeimbangkan hubungan dengan objek-objek di sekitarnya. Ini bagian dari bentuk pertahanan diri – artinya seimbang bermakna selamat.

By the way, persoalan cabutnya NasDem dari kabinet tentunya akan berdampak. Ibarat sedang sakit gigi, mungkin apa yang dilakukan oleh NasDem dengn deklarasi Anies akan menimnulkan “peradangan dalam kabinet Jokowi. 

Lantas, apakah karena sakit harus buru-buru NasDem “dicopot” dari kabinet? Padahal, tidak semua gigi sedang sakit”. Mitos mengatakan kalau dokter gigi tiap liat goyang dikit langsung mencabutnya

Masih ada banyak cara yang bisa memperbaiki permasalahan dan tetap menjaga keseimbangan. Mungkin Jokowi perlu melakukan “ perawatan saluran akar gigi” agar NasDem tetap terawat dan memberikan keseimbangan. Hehehe. (I76)


Kenapa Peradaban Barat Bisa Kuasai Dunia?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...