HomeCelotehMungkinkah JK Tiru Joe Biden?

Mungkinkah JK Tiru Joe Biden?

“I’ve lost a couple of times myself. But now, let’s give each other a chance” – Joe Biden, Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, situasi politik banyak diisi oleh drama tertentu, mulai dari kesedihan dan kekecewaan hingga perayaan dan kemenangan. Arus drama yang mendebarkan ini mungkin bisa sangat terasa bila kita mengamati situasi politik di Amerika Serikat (AS).

Gimana nggak? Beberapa waktu lalu, dunia memberikan fokus dan perhatian pada pesta demokrasi yang berlangsung di negara Paman Sam tersebut. Pemilu kali ini bakal menentukan siapa yang akan menduduki kursi kepresidenan yang biasa disebut sebagai leader of the free world.

Meski proses penentuan belum sepenuhnya selesai, sejumlah hasil menunjukkan bahwa Joe Biden – calon presiden dari Partai Demokrat AS – disebut keluar sebagai pemenang atas perlombaan yang dilaluinya melawan Presiden Donald Trump. Sorak bahagia pun akhirnya pecah di sejumlah wilayah AS atas kabar ini.

Sejumlah pemimpin dunia juga memberikan ucapan selamat kepada Biden – tidak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melalui akun Twitter-nya, Jokowi mengunggah foto-fotonya bersama mantan Wakil Presiden AS tersebut sembari menawarkan ketidaksabarannya untuk kerja sama Indonesia-AS yang lebih erat.

Bukan nggak mungkin, kemenangan Biden di AS ini bisa memberi inspirasi untuk calon-calon pemimpin di negara-negara lain. Mungkin, salah satunya adalah mantan Wapres Jusuf Kalla (JK).

Beberapa waktu lalu, JK dalam sebuah wawancara ditanyai mengenai kemungkinannya untuk maju sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Bahkan nih, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini juga disandingkan dengan nama-nama kepala pemerintahan yang menyentuh usia 70 tahun ke atas – seperti Biden di AS dan Mahathir Mohamad di Malaysia.

Baca juga :  Ojol Sejahtera, Janji Tinggal Janji?

Wah, kira-kira, mungkin nggak ya Pak JK ini maju sebagai capres di tahun 2024 nanti? Kan, seperti Biden, JK juga udah sempat mencoba untuk mencalonkan diri untuk menjadi presiden – seperti pada tahun 2009 silam. Pastinya, dari situ, Ketum PMI ini udah berpengalaman dong.

- Advertisement -

Kalau misalnya benar akan maju pada tahun 2024 nanti, Pak JK nanti bisa menyusul nama-nama yang masih kuat memimpin sebuah negara meski sudah usia 70 tahun ke atas seperti Biden dan Mahathir. Pak JK dan Biden pun kan usianya nggak beda jauh kan – sama-sama lahir tahun 1942.

Lagipula, ada lho bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh orang-orang dengan rerata usia yang lebih tua dari sebagian besar populasi. Namanya adalah gerontokrasi – sebuah konsep yang juga pernah disebutkan oleh Plato, seorang filsuf dari Yunani.

Hmm, mungkin gerontokrasi seperti ini bisa kita lihat di dunia anime. Salah satunya adalah anime Naruto. Coba amati saja Hokage Ketiga, Hiruzen Sarutobi. Meski telah lanjut usia dan sudah waktunya pensiun, Sarutobi tetap menjadi hokage lho untuk Desa Konoha.

Tapi nih ya, Sarutobi pun punya momentum tertentu yang dijadikan alasan mengapa ia tetap menjadi hokage di usia yang tua. Sebenarnya, hokage ketiga ini sebelumnya telah memilih Minato Uzumaki sebagai penerusnya.

Namun, karena suatu tragedi, Sarutobi melanjutkan jabatannya sebagai hokage. Lalu, enggak ada juga sosok yang bisa menyaingi Sarutobi waktu itu.

Ini sih bisa dibilang mirip ya dengan situasi di AS dan Malaysia. Biden, misalnya, disebut-sebut terpilih karena bertujuan untuk menghentikan pemerintahan Donald Trump. Sementara, Mahathir terpilih karena terdapat kasus korupsi yang membayangi mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Baca juga :  Jilbab Buat Pinangki Bebas Bersyarat?

Hmm, kalau dibawa ke kasusnya Pak JK, kira-kira ada momentum apa ya? Lagian, bukan nggak mungkin peluang Ketum PMI ini terbilang kecil.

Dari sisi partai politik, misalnya, Golkar bisa jadi telah didominasi oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Apalagi, Pak JK dan para loyalisnya disebut sudah nggak menempati posisi penting di partai berlambang beringin itu.

- Advertisement -

Ya, meski jalur partai politik memiliki peluang yang kecil, bukan nggak mungkin sih Pak JK ini punya modal ekonomi yang bisa ditransformasikan jadi modal politik. Kan, kabarnya, dulu ada sejumlah proyek yang dikaitkan dengan nama beliau. Hehe. (A43)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Anies-AHY, Reuni Kuasa SBY-JK?

“Padahal saat itu SBY dan JK adalah menteri Megawati. Toh pertarungan keras antarkan SBY-JK sukses kalahkan Megawati yang adalah Presiden saat itu,” – Muslim...

Ojol Sejahtera, Janji Tinggal Janji?

“Besar harapan kami, aksi yang kami lakukan dapat diakomodir menjadi diskusi yang baik dan konstruktif, dan dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia yang berprofesi...

Ridwan Kamil Penuhi Syarat Kaesang?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) komentari studi soal bubur diaduk vs tidak diaduk. Bagaimana dengan di Istana menurut Kaesang?

Gibran Kok Berani Lawan Jokowi?

Jokowi teken Inpres yang syaratkan penggunaan mobil listrik sebagai mobil dinas . Namun, Wali Kota Solo Gibran sebut Pemkot Solo belum ke sana.

Megawati Perlu ke Pesulap Merah?

Soal usulan nomor urut partai yang tetap di setiap Pemilu, Megawati dituding konsultasi ke dukun. Lebih baik ke Pesulap Merah saja sekalian?

More Stories

Menanti Dansa Puan-Ganjar

Ganjar Pranowo sebut Megawati beri arahan agar kepala daerah tidak dansa politik. Padahal, Puan dan Ganjar perlu berdansa politik untuk PDIP.

SBY-JK-Paloh Adalah Nakama?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK), dan Surya Paloh disebut tengah bangun koalisi. Apakah ini sebuah koalisi "nakama"?

SBY Prihatin untuk Prabowo?

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) munculkan isu penjegalan di Pemilu 2024. Gerindra juga ungkap dugaan penjegalan Prabowo.