HomeCelotehMoeldoko for Presiden 2024?

Moeldoko for Presiden 2024?

Kecil Besar

“Jadi sudah ada dua partai lain untuk mendukung. Dengan Demokrat jadi 3. Sudah lengkap threshold” – Herzaky M. Putra, Kepala Badan Komunikasi dan Strategi (Bakomstra) DPP Partai Demokrat


PinterPolitik.com

Nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko memang kini tengah jadi fokus pemberitaan publik. Bukan tanpa alasan, tuduhan yang muncul dari Partai Demokrat bahwa mantan Panglima TNI itu sedang menyusun strategi untuk mengkudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memang mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, berita tersebut muncul tanpa ada hujan dan tanpa ada angin. Sekalipun Moeldoko membantah, namun banyak pihak dari internal Demokrat yang menyebutkan bahwa sang jenderal sedang menyiapkan jalannya menuju Pilpres 2024 sebagai calon presiden. Bahkan, rencananya disebut sudah tersusun rapi.

Wih, sadis juga ya tuduhannya.

Bahkan, Pak Moeldoko disebut-sebut sudah memilah dan memilih kandidat yang akan jadi cawapresnya serta telah menentukan partai yang akan diajak berkoalisi.

Baca Juga: Kuartet Menteri PKB, Nestapa Nasdem?

Nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar adalah dua kandidat cawapresnya. Sementara Nasdem dan PKB disebut-sebut akan menjadi calon koalisi pengusung bersama dengan Demokrat – tentu kalau berhasil dikudeta dan kalau tuduhan kudeta itu benar.

Lagian, informasi yang beredar emang cenderung sumir dan nggak jelas juga sih.

Internal Demokrat menyebutkan bahwa ada kesaksian para kader dari daerah yang dikumpulkan dengan kader aktif dan nonaktif, di sebuah hotel di kawasan Rasuna Said, Kuningan. Dalam pertemuan itu kemudian ada pejabat yang dekat dengan kekuasaan ditelepon untuk datang.  Mereka kemudian berbicara tentang pengambilalihan Partai Demokrat.

Hmm, tapi nih kalau beneran Pak Moeldoko punya keinginan untuk menjadi kandidat di Pilpres 2024, maka ini akan jadi peruntungan serius lagi dari mantan jenderal militer. Dulu ada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kemudian ada Prabowo Subianto. Sempat pula muncul Gatot Nurmantyo, walaupun tak begitu mentereng dan berhasil manuver politiknya.

Dan yang terbaru – kalau benar – tentu saja Moeldoko sendiri. Ini bisa juga jadi manuver yang menarik kalau dukungan kemudian hadir untuk sang jenderal katakanlah dari Presiden Jokowi sendiri. Wih, bakalan ramai nih.

Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.