HomeCelotehMinta Sarung, DPR Tidak Punya Malu?

Minta Sarung, DPR Tidak Punya Malu?

Kecil Besar

Anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian menyinggung tidak lagi mendapat sumbangan sarung dari Dirut Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Apakah ini gambaran politisi yang sudah tidak punya rasa malu?


PinterPolitik.com

Senayan ribut lagi. Tapi kali ini bukan soal pengesahan undang-undang (UU) seperti Undang-undang Cipta Kerja atau produk hukum kontroversial lainnya. Tapi kali ini karena sarung. Yups, tidak salah baca, bener-bener karena sarung.

Gimana enggak ribut, di Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati terkait insiden kebakaran kilang Pertamina beberapa waktu lalu, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Gerindra Ramson Siagian justru menyinggung tidak lagi mendapat sumbangan sarung dari Dirut Pertamina.

“Kalau periode kemarin pas dapil saya butuh sarung, saya WA Bu Dirut, langsung dikirim 2.000 sarung. Sekarang satu sarung pun sudah nggak bisa, katanya harus ke Pak Erick semua gitu,” ungkap Ramson pada 4 April 2023.

Waduh ini gimana ya. Di RDP soal kebakaran kilang Pertamina kok malah bahas sumbangan sarung? Sumbangannya untuk konstituen Pak Ramson lagi. Pertanyaannya, apa hubungannya antara kebakaran kilang Pertamina dengan sumbangan sarung?

Apakah dengan memberi sumbangan sarung dapat mencegah kebakaran kilang Pertamina? Hmmm. Sebuah tanda tanya besar ini.

Satu lagi nih pertanyaan buat Pak Ramson. Apakah gaji dan tunjangan sebagai anggota dewan enggak cukup untuk beli sarung? Hehe.

infografis anggota dpr ada bosnya

Sakin viralnya pernyataan Pak Ramson, teman sejawatnya di Partai Gerindra, yakni Pak Sufmi Dasco Ahmad sampai memberikan teguran. Mungkin, sebagai Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra, Pak Dasco merasa perlu untuk bersuara.

“Sarung minta ke gue aja. Entar gue kasih, berapa minta dia. Nanti gue kasih dia,” ungkap Pak Dasco pada 5 April 2023.

Tuh Pak Ramson, udah ditegur nih sama Ketua Hariannya. Hehe.

Btw, kalau dipikir-pikir, kok Pak Ramson bisa-bisanya ya menyinggung sumbangan sarung di RDP DPR? Apa enggak malu gitu?

Soalnya kan RDP DPR bisa disaksikan secara umum. Seperti yang terjadi sekarang, banyak pihak akhirnya nyinyirin hingga menegur Pak Ramson.

Kalau kata Tamara Keith di tulisannya When politicians have no shame, the old rules don’t apply, saat ini rasa malu bukan lagi memainkan peran besar bagi politisi. Keith menyebutnya dengan post-shame politics.

There was a time when shame was a powerful force in American politics. That time is not now,” tulis Keith. Terdapat masa ketika rasa malu adalah kekuatan yang kuat dalam politik Amerika Serikat (AS). Namun, masa itu kini sudah berakhir.

Meskipun pemaparan Keith menjelaskan perilaku politisi di AS, pemaparan Keith sekiranya sangat relevan untuk melihat kasus Pak Ramson dan permintaan sarungnya.

Mungkin, mengadopsi pernyataan Keith, masa ketika politisi Indonesia memiliki rasa malu yang besar adalah era yang sudah berakhir. Tapi tentunya, kita berharap akan datang lagi era itu. Entah itu kapan. (R53)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Ganjar Kena Karma Kritik Jokowi?

Dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion, elektabilitas Ganjar-Mahfud justru menempati posisi ketiga. Apakah itu karma Ganjar karena mengkritik Jokowi? PinterPolitik.com Pada awalnya Ganjar Pranowo digadang-gadang sebagai...

Anies-Muhaimin Terjebak Ilusi Kampanye?

Di hampir semua rilis survei, duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar selalu menempati posisi ketiga. Menanggapi survei yang ada, Anies dan Muhaimin merespons optimis...

Kenapa Jokowi Belum Copot Budi Gunawan?

Hubungan dekat Budi Gunawan (BG) dengan Megawati Soekarnoputri disinyalir menjadi alasan kuatnya isu pencopotan BG sebagai Kepala BIN. Lantas, kenapa sampai sekarang Presiden Jokowi...