HomeCelotehMeramal Rencana Kecerdasan Buatan Jokowi

Meramal Rencana Kecerdasan Buatan Jokowi

Kecil Besar

“What all of us have to do is to make sure we are using AI in a way that is for the benefit of humanity, not to the detriment of humanity.” – Tim Cook


 PinterPolitik.com

Bayangkan, kita sebagai masyarakat yang sudah lelah dan ingin ngurus administrasi baik dari kesehatan, pendidikan hingga pekerjaan harus berhadapan dengan birokrasi yang menguji kesabaran. Jeritan hati para masyarakat ini pun didengar Pak Jokowi sehingga beliau pun berencana untuk menggantikan beberapa tingkat aparatur sipil negara (ASN) dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Bagi yang belum tau apa itu AI, singkatnya adalah mesin dengan tingkat kecerdasan tinggi yang diciptakan untuk mempermudah pelaksanaan kehidupan sehari-hari. Gak heran Pak Jokowi yang terkenal progresif dan gak suka ribet ini lebih milih AI daripada harus merekrut para ASN secara berkala.

Rencana pergesaran penggunaan AI dilakukan Jokowi dengan memangkas struktur eselon III dan IV supaya birokrasi hanya akan melewati eselon II dan I. Tentunya hal ini akan meningkatkan efisiensi pemerintah dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari ke depannya.

Pemangkasan struktur eselon ini rencananya akan dilakukan tahun depan yang akan bergantung pada pembentukan omnibus law. Omnibus law ini akan menjadi senjata Jokowi memberantas regulasi yang terlalu rumit dan bikin investasi mandek gak karuan.

Kita pun tentunya mafhum dengan kesulitan Pak Jokowi. Pemerintah secara berkala melakukan rekrutmen untuk menjaring ASN namun kinerja para ASN yang berhasil masuk ke pemerintahan tidak selalu optimal. Di sisi lain, pemerintah telah menggelontorkan biaya besar untuk menggaji para karyawannya.

Selain itu, ASN terkenal super ribet dan sering bikin kesalahan yang sulit dilacak dan akhirnya urusan gak kelar-kelar. Pemerintah pasti harus mikir-mikir kalau harus ngasih gaji dan tunjangan gede, tapi kinerjanya gak sesuai.

Tentu AI merupakan jawaban masa depan untuk terus relevan dan efektif dalam bekerja. Namun sekarang bagaimana mensiasati pemangkasan struktural ini supaya tidak mencederai nasib para ASN kalau kebijakan itu benar-benar diterapkan.

Yang unik, sekarang kan pemerintah lagi melakukan seleksi CPNS besar-besaran, gimana ya nasib pelaksanaan seleksi abdi negara itu di masa depan? (M52)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Gerindra-PKS Tega Anies Sendiri?

“Being alone is very difficult.” – Yoko Ono PinterPolitik.com Menjelang pergantian tahun biasanya orang-orang akan punya resolusi baru. Malah sering kali resolusi tahun-tahun sebelumnya yang belum...

Ada Luhut, Langkah Bamsoet Surut?

“Empires won by conquest have always fallen either by revolt within or by defeat by a rival.” – John Boyd Orr, Scottish Physician and...

Balasan Jokowi pada Uni Eropa

“Negotiations are a euphemism for capitulation if the shadow of power is not cast across the bargaining table.” – George P. Shultz PinterPolitik.com Sekali-kali mari kita...