HomeCelotehMenteri Jokowi Suka Ngeprank?

Menteri Jokowi Suka Ngeprank?

Kecil Besar

“Hey mister prankster prankster” – Eazy-E, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Apa yang nggak bikin heboh kalau bukan pernyataan-pernyataan para pejabat publik? Bagaimana tidak? Para menteri di Kabinet Indonesia Maju disebut-sebut terlalu banyak melontarkan pernyataan pada publik terlepas dari penting atau tidaknya informasi tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy misalnya, membuat pernyataan yang menarik perhatian publik. Pasalnya, beberapa waktu lalu, beliau menyarankan agar individu yang kaya dapat menikahi individu yang miskin untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Tidak hanya menteri, terdapat juga pejabat publik lainnya yang membuat beberapa pernyataan kontroversial, yakni Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi. Beliau pernah mengeluarkan pendapat soal larangan cadar, agama sebagai lawan Pancasila, hingga soal salam Pancasila.

Ya, mungkin, pernyataan-pernyataan yang model begini ini nih yang akhirnya menuai banyak kritik. Salah satunya datang dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi PAN yang bernama Saleh Partaonan Daulay.

Sebenarnya, maksudnya Pak Saleh sih baik. Beliau mengingatkan agar para menteri dan pejabat negara tidak banyak bercanda di ruang publik karena bakal menimbulkan perdebatan di masyarakat – khususnya media sosial – yang biasanya membuang banyak tenaga secara sia-sia.

Wah, memangnya para menteri dan pejabat pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) suka bercanda nih? Hmm, mungkin, bapak dan ibu pejabat ini suka ngeprank masyarakat nih? Udah kayak konten-konten YouTube aja tuh.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung misalnya, sempat bilang kalau dirinya melarang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Kediri agar tak lengser. Eh, ternyata, setelah menjadi perdebatan publik, beliau malah bilang kalau pernyataan itu hanya dalam konteks bercanda. Wah, iseng bet dah Pak Pram ini. Hehe.

Hmm, tapi, ada benarnya juga lho Pak Saleh ini. Banyaknya pernyataan dari pemerintah ini bisa aja malah membuat masyarakat bingung lho. Kan, bagaimana pun, pernyataan menteri dan pejabat pasti diperhitungkan – mengingat mereka adalah bagian dari pengambil kebijakan.

Jangan sampai lah ya kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah disertai dengan candaan-candaan yang tak dibutuhkan oleh publik. Hmm, by the way, mungkin nggak ya ramai-ramai polemik Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law akhir-akhir ini hasil prank juga? Kan, berhasil sempat bikin panik juga tuh kesalahan ketiknya kemarin. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Kicepisme Pragmatis Politik
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?