HomeCelotehMenkominfo Siap “Blokir” Anies?

Menkominfo Siap “Blokir” Anies?

Kecil Besar

“They wanna censor me” – 2Pac, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, publik tengah diramaikan tuh oleh ancaman penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona jenis baru (Covid-19). Virus ini disebut-sebut dapat menginfeksi dengan cepat melalui droplets – seperti bersin dan batuk – dari pengidap penyakit.

Alhasil, banyak warga merasa panik tuh dengan keberadaan virus ini yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Publik akhirnya melakukan belanja berlebihan guna berjaga-jaga atas kebutuhan dalam beberapa waktu ke depan.

Menanggapi kepanikan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tampaknya langsung bergerak cepat tuh. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung mengadakan konferensi pers dan menjelaskan mengenai langkah-langkah beliau dalam mengatasi ancaman Covid-19.

Salah satunya adalah dengan membentuk Tim Tanggap Covid-19 guna memantau potensi penularan. Selain itu, Pak Anies juga berjanji akan memberikan update informasi mengenai penularan tersebut.

Nah, kayaknya, Pak Anies akhirnya memenuhi janjinya nih. Beberapa waktu lalu, Pemprov DKI Jakarta meluncurkan situs yang berisikan laporan update mengenai penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Jakarta.

Dalam situs corona.jakarta.go.id, dibeberkan beberapa data mengenai jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) yang sedang dipantau dan yang sudah selesai dipantau. Selain ODP, situs itu juga menampilkan jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat dan yang sudah dinyatakan sehat.

Lebih detail lagi, situs Corona milik Pemprov DKI Jakarta ini juga melampirkan data-data demografi terkait ODP dan PDP dalam beberapa kategori, seperti lokasi geografis, jenis kelamin, dan usia.

Hmm, pantas saja kalau Pak Anies banyak memperoleh pujian nih soal kesigapannya dalam menangani Covid-19. Bahkan, Pak Gubernur juga memerintahkan adanya upaya jemput pasien bila ada warga yang merasakan gejala-gejala serupa penyakit virus Corona.

Meski begitu, ada beberapa upaya Pak Anies yang sepertinya masih kena kritik nih. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate misalnya, malah menyindir situs Corona milik Pemprov DKI Jakarta.

Kata beliau, pusat informasi mengenai perkembangan dan penanganan virus Corona justru terpusat di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Belum lagi, pemerintah pusat sudah menunjuk Achmad Yurianto – Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes – sebagai juru bicara terkait virus Corona.

Waduh, masa iya situsnya Pak Anies mau diblokir kalau nggak sejalan dengan pusat informasi Kemenkes? Kan, Kominfo paling jago tuh kalau soal blokir-memblokir – dari soal TikTok, gelombang protes Papua, hingga Netflix.

Hmm, tapi, kalau bakal diblokir, kira-kira situsnya aja atau sekalian Pak Anies-nya yang “diblokir” nih? Kan, selama ini, pemerintah pusat dan Pak Anies sering tuh ada perbedaan pendapat. Hehe.

Ya, semoga saja nggak perlu sampai ada blokir-memblokir lah. Lagi pula, hal yang terpenting adalah bagaimana informasi itu dapat diperoleh masyarakat dengan baik dan mudah – bukan soal terpusat atau bagaimananya. (A43)

View this post on Instagram

Angka kekerasan terhadap #perempuan terus meningkat setiap tahun, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Saat ini Indonesia bahkan telah ada dalam kondisi darurat kekerasan seksual menurut laporan dari #KomnasPerempuan. Nyatanya, ada persoalan ketidakseimbangan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki di #Indonesia yang menjadi salah satu akar persoalan ini. Ini juga terjadi akibat budaya dominasi laki-laki yang sangat kuat. ⠀ ⠀ Temukan selengkapnya di Talk Show: “Dominasi dan Legacy Male Power terhadap Wanita Indonesia, Kenapa? Dari Mana? Masih Perlu?”⠀ ⠀ Tiket dapat dibeli di: http://bit.ly/TalkShowPinterPolitik ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #EventPinterPolitik #TalkShowPinterPolitik #komnasperempuan #rockygerung

A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik) on

► Ingin lihat video-video menarik? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?