HomeCelotehMenguak 'Tancap Gas’ Sandiaga Uno

Menguak ‘Tancap Gas’ Sandiaga Uno

Kecil Besar

“Saya mengajak para inovator memberikan sumbangsih bagi kemajuan bangsa dan negara” – Joko Widodo, Presiden Indonesia


PinterPolitik.com

Di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak dari kita pasti merasakan lesu dan stress. Kehidupan sehari-hari yang sebagian besar hanya dihabiskan di rumah terkadang membuat kita merasa bosan.

Mungkin, perasaan itulah yang banyak mengisi hati kita pada tahun 2020 lalu. Dengan menyongsong tahun 2021, nggak sedikit dari kita pasti berharap perubahan mulai terjadi setelah gelombang vaksinasi Covid-19 dilakukan.

Boleh jadi nih, suasana baru juga bisa menjadi jawaban bagi perasaan bosan kita. Ini yang mungkin juga dirasakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Gimana nggak? Setelah sebelumnya menjalankan isolasi akibat tertular Covid-19, Pak Sandi langsung mengemban tugas baru lho dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir tahun 2020 lalu, yakni untuk kembali menghidupkan geliat pariwisata Indonesia.

Hmm, dengan tugas tersebut, Pak Sandi langsung terlihat sibuk lho. Beberapa hari pertama setelah dilantik sebagai Menparekraf, Pak Sandi langsung tuh menjalankan kunjungan kerja ke Bali bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Nggak cuma kunjungan, Menparekraf baru itu juga menyiapkan empat konsep pariwisata guna menyongsong tahun 2021 ini, seperti wisata kesehatan atau medis, wisata olahraga, wisata di luar ruangan, dan ekowisata. Nggak hanya itu, Pak Sandi juga ngusulin konsep wisata kemanusiaan dan work from destination (WFD) lho.

Baca Juga: Nasdem Terancam Sandiaga Uno?

Reshuffle Kabinet Penentu Capres 2024

Hmm, menarik juga nih WFD. Setelah berlama-lama kita work from home (WFH) dan work from office (WFO) secara terbatas, kini muncul ide baru nih dari Pak Sandiaga. Hayo, siapa yang mau bekerja tapi di daerah wisata seperti Bali dan Yogyakarta? Mimin sih mau-mau aja – asal ada yang mau beliin tiket dan hotelnya. Hehe.

Hmm, dengan konsep-konsep itu, Pak Sandi kelihatan tancap gas pol nih buat mewujudkan tugas yang diberikan oleh Pak Jokowi. Bisa dibilang, Menparekraf baru ini langsung membuat berbagai inovasi nih.

Pak Jokowi pasti doyan nih dengan inovasi-inovasi semacam ini. Apalagi nih, di tengah pandemi seperti ini, sejumlah inovasi untuk masyarakat dan negara emang diperlukan tuh.

Pak Sandi sendiri juga bilang lho kalau dirinya emang berinovasi. Kala diwawancarai dalam channel YouTube milik Karni Ilyas, Menparekraf itu pun mengaku kalau dirinya melakukan inovasi politik lho ketika bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

Baca juga :  Adu Nasib Rusdi-Sandi

Wah, menarik uga nih inovasi dari Pak Sandi. Kan, untuk pertama kalinya juga calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dari kubu lawan komplit bergabung dengan pemerintahan yang terpilih. Hehe.

Hmm, kalau Menparekraf jago inovasi, kira-kira Pak Sandi bakal ngelakuin inovasi lagi nggak ya di bidang politik pada masa mendatang? Kan, beliau sempat tuh disebut-sebut Pak Jokowi buat jadi penggantinya di tahun 2024 nanti? Hehe. (A43)

Baca Juga: Sandiaga Uno, Juru Selamat Gerindra?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?