HomeCelotehMenguak Logo Ummat ala Amien Rais

Menguak Logo Ummat ala Amien Rais

“It’s a way to make the place standout” – Maurice “Mac” McDonald, The Founder (2016)


PinterPolitik.com

Semua orang pasti setuju bahwa lambang selalu memiliki makna tertentu. Terkadang, di balik suatu lambang, terdapat pesan, sejarah, visi, hingga misi yang dimiliki oleh si pemilik lambang tersebut.

Lambang juga menjadi identitas lho bagi si pemilik lambang tersebut. Bahkan, hampir semua bisnis yang sukses kini menggunakan lambang dan logo yang menarik untuk menunjukkan keunikannya masing-masing.

McDonald’s, misalnya, terkenal dengan logonya yang berbentuk huruf “M”. Namun, ternyata, logo itu berasal dari desain salah satu outlet restoran asal Amerika Serikat (AS) – tepatnya di Phoenix, Arizona.

Saking uniknya, logo ini pun muncul lho dalam sebuah film berjudul The Founder (2016) yang mengisahkan sejarah dari restoran yang memiliki rantai toko di hampir seluruh pelosok dunia. Kalau di filmnya sih, Ray Kroc yang kala itu tertarik dengan desain golden arches tersebut menerapkannya di sejumlah outlet McDonald’s.

Mungkin nih, mirip seperti Kroc, Amien Rais juga ingin menerapkan logo atau lambang yang menarik dan mudah diingat untuk partai yang baru didirikannya, yakni Partai Ummat. Dalam saluran YouTube miliknya, mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut mengumumkan bahwa partainya akan memiliki lambang berupa perisai hitam dengan bintang kuning keemasan di tengahnya.

Kata Pak Amien sih, lambang baru ini telah didiskusikannya dengan para rekan-rekan pendiri di Partai Ummat. Mirip dengan McDonald’s yang memiliki nama khusus untuk logonya golden arches, Pak Amien pun menjuluki lambang partainya sebagai perisai tauhid.

Tapi nih, kalau diamati kembali, lambang tersebut terlihat mirip dengan salah satu simbol yang ada di Garuda Pancasila, yakni lambang perisai dan bintang yang melambangkan sila pertama. Pak Amien sendiri menyebutkan sendiri sih bahwa lambang ini tidak terlepas dari simbol yang ada di Garuda Pancasila tersebut.

Baca juga :  Giliran Jokowi Tidak Didengar?
- Advertisement -

Wah, kalau begitu, partai baru Pak Amien ini bisa dibilang melengkapi warna politik Indonesia bak lambang negara ya. Coba kita lihat partai-partai politik lain. Sebagian dari mereka juga menggunakan lambang-lambang yang ada di Garuda Pancasila lho.

PDIP, misalnya, menggunakan lambang kepala banteng seperti lambang yang dimaknai sebagai sila keempat. Selain PDIP, ada juga PKS yang menggunakan padi seperti lambang Garuda Pancasila yang dimaknai sebagai sila kelima.

Nah, ada juga lho partai yang menggunakan lambang yang dimaknai sebagai sila ketiga, yakni Golkar dan Partai Berkarya yang menggunakan pohon beringin dalam lambang mereka. Berkarya pun juga memasukkan rantai dalam logonya yang juga diilhami sebagai lambang dari sila kedua dalam Pancasila.

Bukan nggak mungkin, dengan logo barunya, Partai Ummat-nya Pak Amien ini melengkapi lambang-lambang Pancasila yang tersebar di partai-partai politik. Hehe. Ya, semoga saja demokrasi Indonesia bisa jadi berwarna juga layaknya Pancasila.

Tapi nih, mungkin nggak ya Partai Ummat ini bisa bersinar layaknya bintang dalam pemilihan-pemilihan umum (Pemilu) mendatang? Soalnya nih, sebagai partai Islam, bukan nggak mungkin Amien harus memikirkan strategi tertentu.

Soal basis suara, misalnya, partai ini bisa aja harus berebut dengan partai-partai Islam lainnya yang sudah lebih dulu berdiri, seperti PKS, PKB, PPP, PBB, PAN, dan sebagainya. Belum lagi, ada juga partai Islam baru yang kemarin dideklarasikan, yakni Masyumi Reborn.

Apalagi nih ya, partai Islam kerap kalah suara dengan partai-partai lain yang bergaris lebih moderat dan nasionalis. Ini menandakan ceruk suara yang udah sedikit harus diperebutkan lagi.

Hmm, kalau gitu, berat uga ya persaingannya. Mampu nggak ya Partai Ummat ini bersinar layaknya lambangnya? Mari kita amati sajalah nanti langkah Pak Amien. Hehe. (A43)

Baca juga :  Jokowi Setengah Hati Restui Prabowo?
spot_img

#Trending Article

Jokowi Dijutekin Biden?

Ketika mendarat di Washington DC, Amerika Serikat (AS), tidak ada pejabat tinggi AS yang menyambut Presiden Jokowi. Mungkinkah sang RI-1 tengah tidak dihiraukan atau...

Berani Ganjar Tinggalkan PDIP?

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo tidak diundang dalam halal bihalal PDIP Jateng. Apakah PDIP sudah tidak memperhitungkan Ganjar? Apakah Ganjar harus meninggalkan PDIP? PinterPolitik.com Bagi...

Jokowi Sudah Selesai?

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana mulai mengemas barang-barangnya di Istana untuk dikirim ke Solo, Jawa Tengah. Apakah ini pesan kekuasaan RI-1 sudah selesai secara...

Anies Lagi, Anies Lagi

Beberapa pihak menyebut nama Jakarta International Stadium (JIS) melanggar undang-undang karena tidak menggunakan bahasa Indonesia. Apakah kritik ini terjadi karena yang merampungkan pembangunannya adalah...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Cak Imin Bisa “Tenggelam”?

Politikus PKB Umar Hasibuan sebut soal kemungkinan ancaman pembajakan terhadap PKB. Bila terjadi, mungkinkah Cak Imin bisa makin tenggelam?

Partai Mana yang Diinginkan Gatot?

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menolak ajakan Din Syamsuddin untuk bergabung dalam Partai Pelita. Mungkinkah yang diinginkan Gatot adalah partai besar? PinterPolitik.com Kalau membahas eks Panglima...

Di Balik TikTok Zulhas-RK

Selain bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil juga membuat video TikTok dan Reels.

More Stories

Thomas Lembong, ‘Tangan Kanan’ Anies?

Sosok mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong tampak selalu dampingi Anies Baswedan di Eropa. Apa Thomas kini 'tangan kanan' Anies?

Di Balik TikTok Zulhas-RK

Selain bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) alias Kang Emil juga membuat video TikTok dan Reels.

“Permainan Bahasa” Anies Ganggu PDIP?

PDIP dan PSI persoalkan penamaan Jakarta International Stadium (JIS) yang gunakan Bahasa Inggris. Apakah ini permainan bahasa Anies vs PDIP?