HomeCelotehMengapa Puan ‘Mirip’ Teh Botol?

Mengapa Puan ‘Mirip’ Teh Botol?

Kecil Besar

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang ‘Pacul’ Wuryanto menganalogikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani dengan tagline iklan dari sebuah merek teh kemasan botol. Mengapa Puan dianggap ‘mirip’ teh botol?


PinterPolitik.com

Pada pagi hari ini, mimin pergi ke sebuah warung langganan mimin untuk membeli seporsi nasi dan lauk sebagai sarapan pagi. Piring yang berisikan telur dadar dan tempe itu tidak sendirian, melainkan juga ditemani oleh segelas teh hangat untuk mengawali hari.

Tanpa kita sadari, teh merupakan salah satu minuman yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mungkin, cara meminum teh ala Indonesia ini sedikit berbeda dengan budaya minum teh yang ada di Tiongkok dan Inggris. Di negara-negara tersebut, teh dalam sejarahnya menjadi minuman yang dikonsumsi secara khidmat – bahkan disertai ritual tertentu.

Di Indonesia, teh malah menjadi opsi alternatif di luar air mineral guna menemani seporsi nasi. Tidak jarang, teh juga disediakan secara gratis di sejumlah warung makan. Teh adalah teman dan pendamping satu porsi makanan besar.

Mungkin, inilah mengapa ada merek teh kemasan botol tertentu yang menggunakan tagline “apapun makanannya, minumnya teh botol”. Tagline ini pun membekas di hati masyarakat dengan soundbite yang mudah diingat.

Sampai-sampai, teh botol ini turut menjadi analogi politik yang digunakan oleh Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang ‘Pacul’ Wuryanto. Dalam sebuah rekaman yang tersebar, Bambang menyebutkan bahwa Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani ‘mirip’ dengan teh botol karena tetap akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, terlepas siapapun calon presidennya (capres) nanti.

Baca Juga: Menakar Puan sebagai Capres Perempuan

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK
Puan Cocoknya Cawapres

Sontak, pernyataan Bambang ini menuai perhatian banyak orang. Apalagi nih, sebelum-sebelumnya, ada juga yang memunculkan rumor bahwa ada ‘perpecahan’ antara Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Puan.

Hmm, mungkin nih, dengan dianalogikan seperti teh botol, ini malah jadi kesempatannya Puan biar dapat endorse sekalian nih. Kan, cuan-nya lumayan tuh kalau endorse produk-produk terkenal.

Apalagi, jumlah followers-nya Mbak Puan juga banyak. Di zaman serba digital ini, influencers juga lagi dibutuhkan banget. Lumayan lah biar bisa jadi modal kalau nanti beneran jadi cawapres pas tahun 2024 mendatang. Hehe.

Tapi nihmimin jadi bertanya-tanya lagi. Kalau Mbak Puan jadi cawapres, yang jadi capresnya siapa ya? Apa akhirnya Pak Ganjar bisa nih maju jadi capres setelah bocoran dari Bambang Pacul ini?

Atau, mungkin, bocoran ini malah jadi kesempatan buat capres potensial lainnya – sebut saja Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bagaimana pun, kan, PDIP bisa aja tuh butuh Gerindra untuk teman koalisi. Hmm, makin mesra aja nih mantan musuh di 2019 lalu ini. (A43)

Baca Juga: Mungkinkah Puan Gandeng Anies?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?