HomeCelotehMenanti Rapor PPKM ala Jokowi

Menanti Rapor PPKM ala Jokowi

Kecil Besar

Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) akan segera umumkan nasib perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4. Bukan tidak mungkin, Jokowi buat banyak pihak degdegan setiap mengawali hari Senin.


PinterPolitik.com

Ujian. Kata ini merupakan salah satu dari sekian kata yang menjadi momok bagi banyak orang. Gimana nggak? Mendengar kata itu aja, pasti udah ndredeg bukan main dibuatnya. Apalagi pas zaman sekolah dulu, ujian menjadi indikator penting dalam mengukur tingkat keberhasilan belajar siswa-siswi.

Hayo, siapa dulu yang suka kaget dan panik kalau ada ujian? Paling ngeselin nih kalau misalnya ada anak yang bilang nggak belajar tapi ternyata hasil nilainya malah bagus.

Aku dulu biasanya juga takut dan panik kalau ada ujian – terutama ujian harian yang secara mendadak diumumkan oleh guru. Guru yang macam ini biasanya disebut sebagai guru killer. Semua anak pasti pernah ngalamin lah ya bagaimana rasanya menghadapi guru killer.

Tapi, dari sekian ujian di sekolah, ujian yang paling menyeramkan dan bikin ndredeg adalah ujian akhir sekolah (UAS). Ini ujian yang menjadi penentu, entah kita bakal naik kelas atau malah tinggal kelas.

Yang bikin berat juga adalah materinya yang seabrek – karena biasanya materi satu tahun ajaran itu bakal dikeluarkan di ujian. Persoalannya adalah nilai UAS ini juga bakal memiliki bobot terbesar berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM) di rapor nilai.

Bayangkan coba ketika orang tua atau wali muridmu mendapat giliran untuk dipanggil dalam pengambilan rapor. Setiap kejadian gini, aku langsung mbatin, “Haduh, wali kelasku bakal ngomong apa aja nih ya sama bapak dan ibu?” Deg-degan pol lah pokoknya.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Baca Juga: Akhirnya, Jokowi ‘Rilis’ PPKM Baru!

Penentuan PPKM Level 1-4

Mungkin, perasaan yang sama juga tengah dirasakan oleh para kepala daerah saat ini. Gimana nggak? Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengumumkan nasib perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4 pada malam ini (9/8) lho.

Senin malam yang mengawali malam-malam lain di minggu ini bakal menjadi penentu buat para kepala daerah soal nasib daerahnya – entah bakal naik kelas ke PPKM Level 3 atau malah turun/tetap di PPKM Level 4. Hayoo, siapa bapak dan ibu kepala daerah yang lagi deg-degan sekarang?

Boleh jadi, perasaan deg-degan menunggu rapor dari Pak Jokowi ini tengah dirasakan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Soalnya, pada hari Minggu (8/8) kemarin, Pak Bima dan Pak Ariza berharap agar daerah mereka mendapatkan relaksasi PPKM dari level 4 menjadi level 3.

Ya, kalau mengacu pada sejumlah indikator mingguan ala World Health Organization (WHO), sejumlah indikator Kota Bogor dan Provinsi DKI Jakarta udah mulai mengalami penurunan. Kalau dianalogikan, mungkin Kota Bogor dan Provinsi DKI Jakarta ini semacam anak yang udah belajar keras semalaman sebelum ujian. Bagus sih kalau udah optimis bakal lulus “KKM”.

Jumlah kasus yang tinggi justru ditemukan di daerah-daerah di luar Jawa dan Bali – mulai dari Kalimantan Timur (Kaltim), Sumatera Utara (Sumut), Papua, Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Apalagi, para ahli epidemiologi telah mewanti-wanti soal fenomena kasus “ping-pong” antara Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali – alias bisa menular kembali ke daerah Jawa-Bali.

Kalau beneran pemerintah pusat menilai sejumlah daerah Jawa-Bali sudah memenuhi “KKM” Level 3, pemerintahan Pak Jokowi sebagai “wali kelas” sepertinya perlu mencari cara juga buat meningkatkan ketertinggalan sejumlah “murid” luar Jawa-Bali di ujian PPKM ini. Gimana pun, kelas yang “kompak” lah yang bisa membuat sebuah “sekolah” terasa nyaman – tapi harus “kompak” yang bagus ya. (A43)

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?

Baca Juga: Mungkinkah PPKM Buat Jokowi Jera?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?