Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Menag Yaqut Butuh GPS?

Menag Yaqut Butuh GPS?


A43 - Monday, February 1, 2021 17:30
Yaqut Cholil Qoumas (kiri) sebagai Ketua Umum GP Ansor memberikan plakat pada Mike Pompeo kala masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2020 lalu. (Foto: JPNN)

0 min read

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas minta diingatkan apabila belok-belok. Apa mungkin Gus Yaqut butuh sebuah GPS?


PinterPolitik.com

Bagi banyak orang, hari ulang tahun merupakan momen yang patut diperingati sebagai penanda akan terus berjalannya waktu dan perkembangan diri. Tidak jarang hari ulang tahun (atau hari lahir) juga menjadi saat yang tepat kala orang-orang terdekat kita berkumpul dan memberikan doa yang terbaik bagi kita.

Nah, perayaan hari ulang tahun seperti ini nggak hanya berlaku buat orang per orang aja lho, melainkan juga bagi suatu kelompok seperti organisasi masyarakat (ormas). Salah satu ormas yang baru saja merayakan hari lahirnya (harlah) adalah Nahdlatul Ulama (NU).

Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, bukan nggak mungkin akan ada banyak pihak yang memberikan doa yang terbaik bagi NU. Bahkan, banyak pejabat dan partai politik – mulai dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga PDIP – turut memberikan ucapan selamat.

Tentunya, nggak ketinggalan juga para pejabat yang memiliki afiliasi yang dekat dengan ormas itu sendiri, yakni Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas – atau biasa dipanggil Gus Yaqut. Ucapan selamat ini sempat dicuitkannya melalui akun Twitter miliknya.

Nggak hanya ucapan, Gus Yaqut juga memberikan sepatah dua patah kata dalam kegiatan perayaan harlah ke-95 tersebut secara virtual. Kata Pak Menag, beliau mendedikasikan diri untuk ormas yang menaunginya tersebut.

Bahkan, Gus Yaqut juga meminta agar para ulama NU tetap memberikannya support selama menjadi Menag ke depannya. Tidak tanggung-tanggung, Menag Yaqut juga minta diingatkan apabila dirinya belok-belok.

Baca Juga: Menag Yaqut dan Bayang Cuan AS

Knives Inside Jokowi Prabowo Megawati

Waduh, jangan sampai lah Pak Menag belok-belok. Kan, posisi Menag bukan arena balapan. Nanti, kalau terus belok-belok, bisa-bisa Gus Yaqut jadi drift king ala Fast & Furious tuh. Hehe.

Hmm, biar nggak belok-belok, Gus Yaqut perlu nih untuk menggunakan aplikasi-aplikasi maps. Kan, sekarang udah ada banyak tuh aplikasi ponsel pintar, seperti Google Maps, Apple Maps, hingga Waze.

Wah, apa mungkin Gus Yaqut ini berharap agar para ulama bisa jadi semacam Global Positioning System (GPS) yang mampu menunjukkan arah bagi Pak Menag bila salah belok ya? Kadang, sulit juga tuh mengemudi sambil memerhatikan peta dalam satu waktu. Hehe.

Ya, terlepas dari persoalan belok-membelok dari Pak Menag ini, semoga saja Gus Yaqut bisa juga menjadikan visi dan misi presiden sebagai GPS-nya ya. Kan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga berkali-kali mengingatkan perihal ini.

Apalagi nih, Kementerian Agama (Kemenag) dulu sempat dapat julukan sebagai salah satu kementerian yang terkorup lho. Hayo, siapa yang masih ingat kasus yang menimpa mantan Ketua Umum (Ketum) PPP Muhammad Romahurmuziy? Hehe. (A43)

Baca Juga: Menag Yaqut ‘Butuh’ Deddy Corbuzier?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait