HomeCelotehMasyumi Reborn, Avengers ala Indonesia?

Masyumi Reborn, Avengers ala Indonesia?

Kecil Besar

“There was an idea. The idea was to bring together a group of remarkable people, see if they could become something more. See if they could work together when we needed them to fight the battles we never could” – Nick Fury, The Avengers (2012)


PinterPolitik.com

Siapa yang tidak kenal dengan pahlawan-pahlawan super besutan Marvel? Hampir semua dari kita pasti pernah mendengar nama-nama seperti Iron Man, Captain America, Hulk, Spider-Man, Black Widow, Captain Marvel, Doctor Strange, dan sebagainya.

Nah, pahlawan-pahlawan super ini biasanya beraksi buat melawan para penjahat yang berusaha mengganggu ketertiban dan perdamaian. Spider-Man, misalnya, kerap melawan penjahat super yang selalu mengganggu warga New York, seperti Doctor Octopus, The Lizard, dan Rhino.

Namun, seperti yang kita ketahui, para pahlawan super ini tentu memiliki kesibukan masing-masing. Bila Spider-Man sibuk mengawasi Kota New York, Doctor Strange lebih sibuk mengawasi dunia supranatural yang dapat mengganggu bumi.

Tapi nih, siapa sangka kalau ternyata mereka bisa bertemu dan melawan musuh bersama. Mungkin, pertemuan antar-pahlawan super seperti ini sering terjadi di komik dan film crossover. Salah satunya adalah crossover yang dirumorkan bakal terjadi di film Spider-Man terbaru mendatang – dengan peran Doctor Strange yang akan mendatangkan Spider-Man versi-versi lain.

Terlepas dari isu crossover antar-Spider-Man itu, pertemuan antar-tokoh komik ini juga terjadi di film-film sebelumnya, khususnya di seri film Avengers. Salah satu crossover film pahlawan super yang terbesar mungkin terjadi di tahun 2018 dan 2019 lalu, yakni ketika film Avengers: Infinity War (2018) dan Avengers: Endgame (2019) dirilis.

Dalam dua film tersebut, para pahlawan super ini mengumpulkan kekuatan untuk mengalahkan satu musuh besar, yakni Thanos yang berasal dari Planet Titan. Si Thanos ini ingin memusnahkan separuh populasi alam semesta untuk mengembalikan keseimbangan sumber alam.

Wah, keren dong. Bayangin coba. Semua karakter favorit para penggemar – mulai dari Iron Man, Thor, Captain America, Wanda, hingga Spider-Man – bersatu menggempur Thanos dan bala pasukan raksasanya.

Kalau dipikir-pikir, upaya mengumpulkan para pahlawan super ini sepertinya juga tengah terjadi nih di dunia nyata. Pasalnya, beberapa waktu lalu, sebuah partai dengan nama lama – Masyumi Reborn – baru saja dideklarasikan lho.

Uniknya, layaknya Avengers, Masyumi Reborn ini terlihat seperti tengah mengajak aktor-aktor politik lain. Habib Rizieq Shihab – pimpinan Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 – yang dikabarkan akan pulang, misalnya, turut diajak bergabung ke partai baru itu.

Selain Habib Rizieq, ajakan juga diserukan pada ulama berpengaruh lainnya, yakni Ustaz Abdul Somad (UAS). Saking bersemangatnya nih, UAS disebut-sebut bisa jadi Ketua Umum Masyumi Reborn ini lho.

Tidak berhenti di Habib Rizieq dan UAS, Masyumi Reborn juga mengajak Amien Rais yang jelas-jelas baru mendirikan Partai Ummat. Wah, crossover-nya banyak banget dong kalau gituHehe.

Hmm, apa mungkin Masyumi Reborn ini terinspirasi dari film-film Avengers ya? Seperti kutipan percakapan dari Nick Fury di awal tulisan, partai baru ini sepertinya sedang mengumpulkan remarkable people buat ngeliat apakah mereka bisa menjadi sesuatu yang lebih. Hehe.

Apa jangan-jangan Masyumi Reborn ini ingin membangun kekuatan melawan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang sangat kuat dengan koalisi gemuknya ya – layaknya Avengers yang menghimpun kekuatan melawan Thanos?  Kan, kita tahu tuh ada sejumlah undang-undang (UU) bermasalah yang dengan mudah lolos di parlemen. Hmm.

Ya, kalau benar begitu, jangan sampailah Masyumi Reborn ala Avengers ini malah pecah sendiri karena perbedaan pandangan seperti apa yang terjadi di film Captain America: Civil War (2016). Kan, para pahlawan super itu akhirnya saling berantem karena silang pendapat soal Sokovia Accord.

Lagipula, inisiatif Masyumi Reborn ala Avengers ini sepertinya belum pasti terbentuk. PA 212 saja beberapa waktu lalu akhirnya menanggapi dengan penolakan kan. Ya, kita nantikan sajalah kelanjutannya. (A43)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

Soal Gaji, Jurus Kamehameha Sandi

“Kau tidak akan pernah menang jika bergantung pada teknik orang lain, dan itu sangat tidak berguna bagi musuhmu”. – Son Goku PinterPolitik.com Anak-anak era 1990-an pasti...

Hantu Itu Bernama Esemka

Ia muncul di jalanan kota Solo. Warnanya putih seperti hantu, dengan kaki-kaki yang kokoh nan digdaya seperti namanya. Tapi, kok kayak pernah lihat di...

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?