HomeCelotehMas Nadiem Kuat Bekingan?

Mas Nadiem Kuat Bekingan?

Kecil Besar

“Setidaknya ada 3 peristiwa beruntun dalam waktu berdekatan terkait Kemendikbud yang justru menambah atau menciptakan beban politik bagi Presiden Jokowi di mata segmen umat Islam tertentu”. – Waketum PPP Arsul Sani


PinterPolitik.com

Akhirnya Nadiem Makarim bisa bernafas sedikit lega. Pasalnya, reshuffle kabinet yang digadang-gadang akan terjadi, tidak menjerat dirinya. Malah, doi naik pangkat dari Mendikbud menjadi Mendikbudristek, seiring penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek.

Posisi dilematis Nadiem ini beralasan, soalnya beberapa waktu jelang reshuffle, setidaknya ada badai isu yang menimpa doi.

Beberapa partai sempat pula memberikan sorotan dan menyebut Nadiem perlu dievaluasi. Sorotan terhadap Nadiem itu salah satunya datang dari PPP yang menyinggung soal 3 kontroversi yang terjadi pada Nadiem dalam waktu yang berdekatan.

Baca Juga: Covid-19 Berkah Bagi Kelompok Super Kaya Indonesia?

Kontroversi yang dimaksud adalah tak adanya frasa agama dalam draft peta jalan pendidikan nasional (PJPN), lalu hilangnya Pancasila dalam standar nasional pendidikan, serta tidak adanya kisah tokoh KH Hasyim Asyari dalam kamus sejarah.

Ditambah lagi hilangnya nama Gus Dur juga dalam kamus sejarah. Hal-hal inilah yang membuat PPP merasa Nadiem perlu dievaluasi.

Namun, di tengah terpaan badai isu reshuffle itu, PDIP justru membela Nadiem. Partai banteng itu menilai Nadiem gesit dalam kebijakan pendidikan. Adanya kritik ke Nadiem Makarim justru membuat partai itu bingung.

Nah, karena makin santer isunya, Nadiem pun bermanuver. Doi menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan meminta maaf langsung ke Nahdlatul Ulama (NU) dengan menemui Ketum PBNU KH Aqil Siraj.

Nadiem juga diketahui bertemu dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid.

Tak ada yang menyangka, pertemuan-pertemuan itu justru bisa dibilang menyelamatkan posisi Nadiem dari reshuffle. Wih, bekingannya lumayan juga nih kalau gitu. Uppps.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Secara keseluruhan, ini juga makin menunjukkan kedewasaan politiknya Nadiem. Makin kuat dan berasa kayak John Smith di film I am Number Four. Ia adalah salah satu sosok terpilih yang selamat dan kemudian menjadi jagoan dan tokoh kuat utama di film tersebut.

Menarik untuk ditunggu akan seperti apa posisi Nadiem di waktu-waktu yang selanjutnya. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.