HomeCelotehMahfud Sang Penengah Debat Komunisme

Mahfud Sang Penengah Debat Komunisme

Kecil Besar

“RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang sekarang ada bukan untuk membuka pintu bagi komunisme, tapi untuk menguatkan Pancasila sebagai ideologi negara”. – Mahfud MD, Menko Polhukam


PinterPolitik.com

Perdebatan tentang komunisme emang jadi topik lawas yang hingga kini tak pernah ada ujung akhirnya dalam dunia sosial dan politik di Indonesia. Bukannya gimana-gimana ya, tragedi 1965 menjadi semacam noda merah yang tidak bisa dihapuskan begitu saja. Mau pakai detergen yang slogannya “Anti Noda” juga nggak akan mudah. Uppps.

Soalnya, kebencian terhadap komunisme sifatnya udah kayak jadi semacam pandangan umum, bahkan bagi sebagian orang sudah melekat dan membudaya. Mungkin benar bahwa sejarah itu selalu ditulis oleh para pemenang, demikian kata penulis kondang Dan Brown dalam The Da Vinci Code.

Jadi, sekalipun kebenaran yang terjadi pada saat 1965 itu masih menimbulkan perdebatan – misalnya ada yang menyebut berawal dari perebutan kekuasaan di internal militer – yang jelas buku-buku sejarah dari SD, SMP hingga SMA menyebut komunisme sebagai biang persoalannya.

Ribut-ribut soal PKI juga terus terjadi di hampir setiap tahunnya. Bukannya gimana-gimana ya, soalnya banyak pihak juga yang berdiri di seberang isu komunisme ini, terutama mereka-mereka yang menganggap ketakutan terhadap paham kiri ini berlebihan.

Ya iyalah, asal sekedar berdiskusi atau mengkaji secara ilmiah saja udah dapat tekanan. Buku-bukunya baik yang tentang PKI maupun pemikiran-pemikiran Karl Marx dan komunisme udah dilarang jual, bahkan dirazia.

Makanya, nggak heran banyak orang yang menyebut ketakutan tersebut sudah membudaya.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?

Hal inilah yang kemudian tampak dalam pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila alias RUU HIP. Keresahan timbul karena sejumlah pihak menilai seakan-akan melalui RUU tersebut komunisme bisa bangkit kembali dengan mencabut TAP Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme.

Nah, terkait keresahan tersebut, Menko Polhukam Mahfud MD merasa perlu buka suara. Lewat cuitan di akun Twitter-nya, Mahfud menyebutkan bahwa RUU HIP justru menjadi jalan untuk menguatkan ideologi negara – dalam hal ini Pancasila.

Mahfud menyebutkan bahwa tak ada seroang pun yang bisa mencabut TAP MPR tersebut, sehingga tak perlu dikhawatirkan.

Wih, emang Pak Mahfud selalu bisa jadi penengah. Kala Said Didu sama Pak Luhut Pandjaitan bertengkar, Pak Mahfud juga jadi penengah. Sekarang ada soal komunisme, Pak Mahfud juga jadi penengah.

Sebaiknya Pak Jokowi lebih memperhatikan bakat terpendam Pak Mahfud ini. Soalnya, udah rahasia umum kalau menteri-menteri doi dari periode pertama kekuasaannya gemar berantem satu sama lain. Sampai sekarang pun masih kayak gitu.

Nah, bisa nih Pak Mahfud dijadikan juru damai. Biar kabinetnya nggak ribut terus.

Hmm, harusnya bakal mudah kalau dulu Pak Mahfud lah yang jadi cawapres. Udah ukur baju, eh, nggak tahunya malah nggak jadi. Izz izz izz. Emang politik itu kasar. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Gatot Ke INTI, Persiapan Pilpres?

Minggu lalu, Panglima TNI Gatot Nurmantyo melakukan silaturahmi dengan para Pengusaha Indonesia Tionghoa (INTI). Gatot siap Pilpres? PinterPolitik.com “Politik adalah seni kelihaian dalam mendapatkan suara dari...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.