HomeCelotehMahfud MD Tidak Didengarkan?

Mahfud MD Tidak Didengarkan?

Kecil Besar

“Dalam hukum seorang bersalah ketika ia melanggar hak orang lain” – Immanuel Kant, Filsuf asal Jerman


PinterPolitik.com

Cuy, mimin mau tanya nih. Kalian masih ingat kan kasus yang membuat Pak Mahfud MD sempat marah dan berkeinginan untuk mengumpulkan empat lembaga, yakni Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Kejaksaan Agung?

Nah, menanggapi kasus Djoko Tjandra kemarin yang sempat viral ini, kelihatannya, kalau kita lihat secara saksama, akan menemukan jalan yang sedikit berliku dan cenderung mutermuter nih. Soalnya, dalam memberikan keterangan terkait kenapa Djoko Tjandra bisa seakan mudah keluar masuk Indonesia, Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jhoni Ginting seakan hanya terkesan memberikan alasan gitu, cuy.

Bahkan, doi menyatakan bahwa petugas di Kantor Imigrasi Jakarta Utara itu tidak mengenal buron kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, saat datang hendak membuat paspor pada 22 Juni 2020 kemarin. Bahkan, pleidoi Pak Dirjen karena petugas di sana masih berusia antara 20 atau 23 tahun dan baru lulus sekolah.

Selain itu, Kemendagri sebagai salah satu kementerian yang dilibatkan juga menilai petugas yang mencetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) milik Djoko Tjandra di Kelurahan Grogol Selatan itu tak salah menurut aturan yang berlaku karena selama ini memang tidak mendapatkan surat pemberitahuan resmi dari pihak aparat penegak hukum terkait status Djoko Tjandra yang menjadi salah satu buronan pemerintah. Bahkan nih, ungkapan ini langsung keluar dari Pak Mendagri, Tito Karnavian, cuy.

Behh, ditambah lagi, Kejaksaan Agung (Kejagung) juga sudah angkat bicara nih meskipun ternyata mereka melalui Kepala Penerangan dan Hukum Hari Setiyono malah melempar sebuah pertanyaan dan terkesan lempar tanggung jawab.

Soalnya, doi bilang bahwa jika memang sejak 2014 red notice atas nama Djoko sudah terhapus dari data dan tidak ada permintaan lagi dari Kejaksaan. Kenapa baru diberitahu pada 5 Mei 2020? Behh, gimana nih menurut kalian? Gokil gakkasus ini?

Kalau dilihat dan diamati, tiga lembaga yang mau diajak koordinasi sama Pak Mahfud kok kesannya jadi saling tidak mau disalahkan begini ya? Duh, berat nih. Masa Pak Mahfud diam saja melihat kondisi seperti ini?

Lebih jauh dari itu nih, cuy, Pak Mahfud bisa dibilang sudah ‘kebobolan’ nih. Meski sudah menyatakan kekecewaan, Pak Menko Polhukam sepertinya semakin tidak didengarkan oleh lembaga yang ada di bawah koordinasinya? Kelihatannya, Pak Menko harus lebih tegas nih.

Kalaupun kebobolan, ayo, Pak, kembali dirapatkan lagi barisannya. Sebelumnya Pak Mahfud kan sempat bilang bahwa malu nih kalau sampai negara dipermainkan sosok Djoko Tjandra.

Kita pegang betul nih pak kalimat tersebut, soalnya kita juga gemes banget. Masa sih negara dipermainkan kriminal seperti ini? Kan, beneran malu kalau sampai negara dipermainkan doi. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Jebakan Rindu Soeharto?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...