HomeCelotehMahfud MD “Ingin” Seperti Luhut?

Mahfud MD “Ingin” Seperti Luhut?

Kecil Besar

“Now, switch. Tell me how it feels to be somebody else” – 6LACK, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Di tengah-tengah ramainya kekhawatiran virus Corona (Covid-19) yang telah mencapai 27 kasus positif di Indonesia ini, sudah sewajarnya apabila publik membutuhkan kepastian dari pemerintah. Setidaknya, beberapa pemerintah daerah secara tanggap menerapkan instrumen-instrumen kebijakan terkait pencegahan dan penanganan virus ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan misalnya, membentuk Tim Tanggap Covid-19 guna menangani potensin penularan. Di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil juga menyiapkan crisis center bagi warganya di Depok. Tak hanya mereka, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini turut menyiapkan masker dan tes kesehatan bagi warga Kota Pahlawan.

Meski langkah-langkah seperti ini mengundang acungan jempol dari beberapa pihak, tampaknya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memiliki pendapat yang berbeda.

Pak Mahfud malah menyindir pemerintah-pemerintah daerah yang dianggap beliau melakukan politisasi atas isu virus Corona. Beliau menyatakan bahwa pusat informasi penanganan virus ini berada di bawah kendali Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Tentu saja, pernyataan Pak Mahfud ini mengundang kritik. Wartawan senior Ilham Bintang misalnya, mempertanyakan peran Pak Menko Polhukam dalam situasi Corona ini.

Menurut Pak Ilham, Pak Mahfud terlalu mencampuri urusan perihal ini. Padahal, persoalan kesehatan dianggap bukan menjadi ranah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Hmm, apa yang dibilang Pak Ilham bisa jadi benar. Pasalnya, Kemenkes bukanlah berada dalam ranah koordinasi Kemenko Polhukam, melainkan pada lingkup koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Hmm, kalau begitu, Pak Mahfud mulai mencampuri urusan kementerian dan lembaga lain dong. Apa mungkin beliau ingin menjadi Menteri Segala Urusan?

Kan, gelar seperti itu sebelumnya udah disematkan pada Luhut Binsar Pandjaitan yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Masa iya Pak Mahfud ingin menjadi seperti Pak Luhut? Waduh.

Seperti yang kita ketahui, Pak Luhut itu udah duluan berada di kabinetnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pertama. Ekonom Faisal Basri sampai-sampai mempertanyakan tuh mengapa Pak Menko Kemaritiman dan Investasi bisa punya kewenangan seluas itu.

Ya, terlepas benar atau nggaknya Pak Mahfud ingin menjadi seperti Pak Luhut, pemerintah sebenarnya nggak perlu cemas kalau pemerintah daerah mau memperhatikan warganya. Kan, malah bagus gitu itu.

Justru, publik kayaknya perlu khawatir tuh dengan komitmen pemerintah pusat dalam menangani dan mencegah penularan virus Corona. Soalnya nih, ada yang bilang kalau pemerintah masih kurang tuh dalam mensosialisasikan cara-cara mencegah penyakit ini. Wah, kalau gitu, gimana caranya publik bisa yakin ya? (A43)

View this post on Instagram

Angka kekerasan terhadap #perempuan terus meningkat setiap tahun, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan seksual. Saat ini Indonesia bahkan telah ada dalam kondisi darurat kekerasan seksual menurut laporan dari #KomnasPerempuan. Nyatanya, ada persoalan ketidakseimbangan relasi kuasa antara perempuan dan laki-laki di #Indonesia yang menjadi salah satu akar persoalan ini. Ini juga terjadi akibat budaya dominasi laki-laki yang sangat kuat. ⠀ ⠀ Temukan selengkapnya di Talk Show: “Dominasi dan Legacy Male Power terhadap Wanita Indonesia, Kenapa? Dari Mana? Masih Perlu?”⠀ ⠀ Tiket dapat dibeli di: http://bit.ly/TalkShowPinterPolitik ⠀ #infografik #infografis #politik #politikindonesia #pinterpolitik #EventPinterPolitik #TalkShowPinterPolitik #komnasperempuan #rockygerung

A post shared by PinterPolitik.com (@pinterpolitik) on

► Ingin lihat video-video menarik? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Golkar, Chandradimuka The Fixer?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?